Deteksi Dini, 30 Pegawai BNNK Asahan Jalani Tes Urine

KISARAN (Waspada.id): Deteksi dini dan bentuk komitmen Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asahan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika, 30 pegawai tes urine mendadak, setelah apel pagi, Senin (14/9).
Kepala BNNK Asahan, Adrea Retha Zulhelfi, mengatakan, pemeriksaan diikuti seluruh pegawai, baik pegawai negeri sipil (PNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), maupun tenaga kontrak atau pramubakti.
“Setelah apel pagi, seluruh pegawai langsung menjalani tes urine, baik PNS, PPPK, maupun kontrak atau pramubakti,” ujar Adrea di sela-sela pemeriksaan.
Dijelaskannya, tes urine tersebut menggunakan alat tes kit dengan tujuh parameter. Selain sebagai langkah deteksi dini, kegiatan itu juga menjadi wujud komitmen BNNK Asahan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal.
Menurut Adrea, sebagai lembaga yang berada di garis terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN), BNN harus terlebih dahulu memastikan seluruh pegawainya bersih dari narkoba.
“Kegiatan ini sekaligus menjawab aspirasi masyarakat. Sebelum memeriksa orang lain, kami terlebih dahulu harus bersih dan bebas dari narkoba, karena kami adalah garda terdepan dalam P4GN,” tegasnya.
Adrea menegaskan, pihaknya tidak akan menutup-nutupi hasil pemeriksaan. Apabila ditemukan pegawai yang positif menggunakan narkotika, sanksi akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh 30 pegawai BNNK Asahan dinyatakan negatif narkotika.
"Kita berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat integritas pegawai dan mendukung pelaksanaan tugas P4GN secara optimal dalam mewujudkan Kabupaten Asahan Bersinar (Bersih Narkoba). (id.40)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda