Dewan Soroti Kerusakan Jalan Nasional di Aceh Tenggara


KUTACANE (Waspada.id): Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara, H. Marwan Husni, S.Sos., dari Fraksi PAN, menyoroti kerusakan jalan nasional yang dinilai memprihatinkan.
Terutama Jalan Nasional Kuning dan Jembatan Kuning di Kecamatan Bambel. Setiap hujan turun, kawasan itu terendam banjir.
Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan perbaikan dan Balai Wilayah Sungai (BWS) menangani banjir secara permanen. Hal itu disampaikannya kepada Waspada.id, Selasa (13/10).
Selain Jalan Nasional Kuning, Jalan Lintas Nasional Kutacane - Gayo Lues dan Kutacane - Medan juga banyak berlubang dan bergelombang serta terkesan dibiarkan tanpa solusi.
"Jalan nasional sangat vital bagi aktivitas perekonomian, terutama untuk pengangkutan komoditas pangan dari Aceh Tenggara ke Sumatera Utara maupun sebaliknya," ujar Marwan.
Menurutnya, kerusakan terjadi karena saluran air atau parit tersumbat. Akibatnya, air hujan menggenang di badan jalan dan meresap ke bawah, sehingga konstruksi tidak stabil. Kerusakan diperparah kendaraan berat yang melintas.
"Parahnya lagi, jalan nasional di pusat Kota Kutacane juga bergelombang karena perbaikan atau patching diduga asal jadi," katanya.
Marwan berharap kerusakan jalan nasional mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat karena perbaikannya akan mendongkrak perekonomian Aceh Tenggara.
Sementara itu, PPK 3.5 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU, Jaya, belum berhasil dikonfirmasi. Telepon selulernya tidak aktif saat dihubungi.(id80)
Berita Terkait




















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda