Di Balik Garis Polisi, Berapa Kilo Sabu Tersembunyi?


SIGLI (Waspada.id): Dua ruko di Gampong Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, dipasangi garis polisi setelah penggerebekan yang diduga berkaitan dengan produksi narkotika jenis sabu, Kamis (22/10/2026).
Informasi mengenai jumlah barang bukti, enam orang yang disebut-sebut diamankan, serta dugaan skala produksi lebih dari 500 kilogram masih menunggu konfirmasi resmi kepolisian.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis malam, menunjukkan sejumlah personel kepolisian berjaga di sekitar kedua ruko. Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana juga terlihat hadir bersama puluhan personel.
Namun, hingga pantauan dilakukan, Kapolres tidak memberikan keterangan pers mengenai hasil penggerebekan, barang bukti yang ditemukan, maupun jumlah orang yang diduga diamankan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, enam orang diduga diamankan dalam operasi tersebut. Mereka disebut terdiri atas dua warga negara Indonesia (WNI) dan empat warga negara asing (WNA).
Meski demikian, informasi mengenai jumlah dan kewarganegaraan mereka belum terkonfirmasi secara resmi.

Garis polisi membatasi area ruko yang digerebek di Gampong Beureueh, Pidie, terkait dugaan produksi sabu, Kamis (22/10/2026). Waspada.id/Muhammad Riza
Dugaan bahwa lokasi tersebut berkaitan dengan produksi sabu dalam jumlah besar juga menjadi perhatian. Angka lebih dari 500 kilogram beredar dalam informasi awal, tetapi belum diketahui apakah angka tersebut merujuk pada kapasitas produksi, perkiraan jumlah sabu, atau berat barang bukti yang ditemukan.
Perbedaan itu penting diperjelas. Kapasitas produksi tidak dapat disamakan dengan jumlah barang bukti yang disita. Karena itu, keterangan resmi penyidik diperlukan untuk memastikan skala perkara tersebut.
Di lokasi, garis polisi membatasi akses ke area ruko. Kehadiran aparat dalam jumlah besar turut menarik perhatian masyarakat yang mempertanyakan aktivitas di balik bangunan tersebut.
Sejumlah hal masih menunggu penjelasan, antara lain barang bukti yang ditemukan, status hukum orang-orang yang diduga diamankan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Seluruhnya perlu diungkap berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang diperoleh penyidik.
Upaya konfirmasi kepada Kabid Humas Mabes Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, telah dilakukan. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan yang diterima.
Publik kini menunggu penjelasan resmi kepolisian untuk memastikan fakta di balik penggerebekan tersebut. Garis polisi telah terpasang, tetapi jumlah barang bukti dan perkembangan penyelidikan masih membutuhkan kejelasan. (Id69)
Berita Terkait















































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda