Di Balik Segelas Kopi, Wabup Aceh Tamiang Titip Harapan Huntap Harus Jadi Prioritas PascabanjirDi Balik Segelas Kopi, Wabup Aceh Tamiang Titip Harapan Huntap Harus Jadi Prioritas Pascabanjir

Siang itu, Kamis (6/8/2026), suasana di sebuah warung kopi di kawasan Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, tampak seperti hari-hari biasa. Aroma kopi bercampur dengan obrolan ringan para pengunjung yang menikmati waktu istirahat.
Di salah satu sudut warung, saya, Sutrisno, jurnalis Waspada.id, tengah menyelesaikan naskah berita sambil menikmati segelas kopi. Rutinitas yang hampir setiap hari dilakukan ketika bertugas di lapangan.
Tak lama kemudian, sebuah minibus Toyota berwarna hitam berhenti di halaman warung kopi itu. Dari dalam kendaraan itu turun Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I, mengenakan batik lengan panjang warna coklat muda.
Kedatangan orang nomor dua di Aceh Tamiang itu langsung menarik perhatian.
Saya pun beranjak dari tempat duduk dan menyambutnya dengan jabat tangan hangat.
"Ke mana saja kau selama ini? Kok tidak nampak-nampak?" sapa Ismail sambil tersenyum.
Saya menjawab bahwa belakangan lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan untuk mencari dan meliput berita.
Pertemuan yang awalnya sekadar silaturahmi itu kemudian berkembang menjadi sebuah perbincangan hangat.
Di sela Wabup Ismail menikmati secangkir kopi sanger di Warkop itu, kesempatan tersebut dimanfaatkan Waspada.id untuk mewawancarai Ismail mengenai berbagai persoalan pascabanjir yang masih dihadapi masyarakat Aceh Tamiang.
Ketika ditanya mengenai persoalan paling mendesak yang harus segera dituntaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Ismail menjawab tanpa ragu.
"Walaupun masyarakat sudah ada yang menerima bantuan sewa rumah dan menempati hunian sementara (Huntara), yang paling krusial sekarang adalah pembangunan hunian tetap (Huntap). Kasihan masyarakat. Mereka membutuhkan kepastian tempat tinggal," ujarnya.
Menurut Ismail, keberadaan Huntap menjadi kunci agar warga yang kehilangan rumah akibat bencana dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan memiliki rasa aman.
Tak hanya berbicara mengenai tempat tinggal, Wakil Bupati juga menyinggung upaya pemulihan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Pemkab Aceh Tamiang, dengan dukungan Pemerintah Pusat, telah menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga bantuan Jaminan Hidup (Jadup).
Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk membangun kembali usaha masyarakat.
"Harapan kami, uang Jadup yang diterima masyarakat bisa dipergunakan sebagai modal usaha. Kalau dibelikan sepeda motor atau telepon genggam, tentu tidak memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi. Alhamdulillah, sekarang perekonomian masyarakat sudah mulai menunjukkan tanda-tanda membaik," katanya.
Meski demikian, Ismail mengakui proses pemulihan pascabencana tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, ia meminta masyarakat tetap bersabar sembari pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai program pemulihan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting untuk mengembalikan kondisi Aceh Tamiang seperti sediakala.
"Kami berharap masyarakat terus memberikan dukungan kepada pemerintah. Jangan terlalu larut dalam kegelisahan. Doakan kami agar dapat terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Aceh Tamiang," ucapnya.
Perbincangan singkat itu akhirnya harus diakhiri. Ismail kemudian berpamitan karena harus menghadiri agenda mengantar rombongan pengantin di Kampung Madang Ara, Kecamatan Manyak Payed.
Dari sebuah warung kopi sederhana, terselip pesan yang sederhana pula, namun sarat makna. Di tengah proses panjang pemulihan pascabanjir, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi juga kepastian akan tempat tinggal yang layak dan kesempatan untuk kembali bangkit secara ekonomi.
Bagi Wakil Bupati Ismail, pembangunan hunian tetap bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata harapan bagi warga yang sedang menata kembali kehidupannya. (Sutrisno/WASPADA.id).































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda