Breaking News
Memuat breaking news...

Di Bireuen, Banjir Lalu Penderitaan Berlanjut, Belasan Desa Hingga Kini Tak Punya Air Bersih, Warga Terpaksa Mandi Air Asin

Redaksi
Redaksi
Minggu, 30 Agustus 2026 - 3.41 PM WIB
Di Bireuen, Banjir Lalu Penderitaan Berlanjut, Belasan Desa Hingga Kini Tak Punya Air Bersih, Warga Terpaksa Mandi Air Asin
Kran di sebuah rumah di Kecamatan Jangka, tidak mengeluarkan air, Sabtu (29/8).Waspada.id/Fauzan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BIREUEN (Waspada.id): Sembilan bulan berlalu sejak banjir besar melanda Kabupaten Bireuen, namun bagi warga di Kecamatan Jangka, bencana seolah belum benar-benar berakhir.

Kebutuhan yang paling mendasar kebutuhan air bersih hingga kini belum kembali normal. Belasan desa yang mengandalkan layanan PDAM Krueng Peusangan masih mengalami pemadaman total aliran air.

Desa desa yang terdampak antara lain Bugak Punjot, Bugak Krueng Mate, Bugak Mesjid, Bugak Meunasah Dua, Ulee Ceu, Kuala Cerape, Bugeng, Alue Kuta, Alue Bayeu Utang, Jambo Kajeun, Kurumbok, dan Cot Ara.

Warga mengaku terpaksa menggunakan air asin dan keruh untuk mandi, sementara untuk kebutuhan minum dan memasak mereka harus membeli air isi ulang beban yang semakin berat di tengah ekonomi yang belum pulih pascabencana.

"Sumur kering. Mau tidak mau kami mandi dengan air asin dan kuning. Untuk minum dan memasak, kami harus membeli air isi ulang. Kadang harus berutang karena tidak ada pemasukan selama ini," ungkap seorang warga, kepada, Waspada.id, Sabtu (29/8).

Kondisi tersebut, menjadi sebuah beban ganda yang dirasakan oleh masyarakat pesisisir kawasan itu mereka yang masih berjuang memulihkan mata pencaharian ekonomi pascabanjir besar di Bireuen, bebeberapa waktu yang lalu.

PDAM Krueng Peusangan tidak memberikan kejelasan dan kepastian

Dijelaskan oleh mereka yang lebih memprihatinkan, hingga kini belum ada kejelasan dari pihak PDAM kapan layanan air bersih akan kembali normal.

"Sampai sekarang tidak ada pihak PDAM yang datang memberikan penjelasan apa pun," keluhnya.

Warga memahami kerusakan akibat bencana membutuhkan proses perbaikan. Namun, masyarakat berhak mendapatkan informasi dan kepastian, terlebih air bersih adalah kebutuhan yang paling mendasar untuk kehidupan sehari hari.

"Sudah banyak penderitaan yang kami alami akibat banjir. Jangan ditambah lagi dengan sulitnya mendapatkan air bersih," ujar warga tersebut dengan nada kesal.

Warga mendesak pihak PDAM dan pemerintah daerah segera turun ke lapangan, untuk melihat secara langsung serta menjelaskan kondisi kerusakan jaringan, serta mempercepat perbaikan agar air bersih kembali mengalir.

"Kita butuh kepastian, bukan janji yang akan dan akan selalu tanpa ada kejelasan yang jelas," pungkas mereka, dengan raut wajah kecewa. (id73)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement