Breaking News
Memuat breaking news...

Diakui London Business School, SATSPAM Jadi Contoh Global Pemanfaatan AI Lawan Penipuan Digital

Redaksi
Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 - 6.25 AM WIB
Diakui London Business School, SATSPAM Jadi Contoh Global Pemanfaatan AI Lawan Penipuan Digital
SATSPAM mendapat pengakuan internasional setelah diangkat sebagai studi kasus oleh London Business School (LBS), salah satu sekolah bisnis terkemuka di dunia.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Inovasi teknologi perlindungan digital buatan Indonesia kembali mendapat pengakuan dunia. SATSPAM, sistem deteksi scam dan spam berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dikembangkan oleh ioh.co.id⁠ bersama tanla.com⁠, resmi diangkat sebagai studi kasus oleh London Business School, salah satu sekolah bisnis terkemuka di dunia.

Dalam kajiannya, London Business School menilai SATSPAM sebagai contoh nyata pemanfaatan AI untuk membantu melindungi masyarakat dari ancaman penipuan digital yang semakin kompleks. Pengakuan ini sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu menghadirkan solusi inovatif dalam menghadapi epidemi scam digital yang terjadi secara global.

Director and Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison sekaligus Chair Global Anti-Scam Alliance Indonesia Chapter, Reski Damayanti mengatakan, pengakuan tersebut membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital yang berkembang, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, SATSPAM merupakan bukti bahwa kolaborasi antara operator telekomunikasi, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan mampu menciptakan sistem perlindungan digital yang efektif. Model kerja sama tersebut dinilai perlu diperluas dengan melibatkan sektor jasa keuangan, platform digital, hingga aparat penegak hukum karena kejahatan digital bersifat lintas sektor.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, SATSPAM telah mendeteksi lebih dari 2 miliar indikasi scam dan spam di jaringan Indosat. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan AI untuk menganalisis sinyal komunikasi secara real-time sehingga mampu mengenali pola ancaman baru yang terus berkembang.

Keunggulan SATSPAM terletak pada tingkat akurasi deteksinya yang diklaim mencapai lebih dari 90 persen, serta kemampuannya melindungi pelanggan dari ancaman melalui SMS maupun panggilan suara. Berbeda dengan sistem konvensional yang mengandalkan daftar blokir statis, SATSPAM dirancang untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap berbagai modus penipuan digital terbaru.

Pengakuan internasional tersebut juga tidak lepas dari dukungan pemerintah dan regulator. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Otoritas Jasa Keuangan dinilai berperan penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan teknologi perlindungan berbasis AI.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menegaskan bahwa transformasi digital harus dibangun di atas rasa aman dan kepercayaan publik. Menurutnya, pemanfaatan AI menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk penipuan digital yang semakin cepat berkembang.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menilai SATSPAM sebagai bagian penting dalam penguatan perlindungan konsumen keuangan nasional.

Ia menegaskan bahwa pencegahan penipuan digital membutuhkan sinergi lintas sektor karena modus kejahatan sering kali bermula dari kanal komunikasi dan berujung pada kerugian finansial masyarakat.

Di tengah meningkatnya ancaman digital, pengakuan dari London Business School menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari Indonesia memiliki relevansi global. Keberhasilan SATSPAM menunjukkan bahwa kombinasi teknologi AI dan kolaborasi lintas sektor dapat menjadi fondasi penting dalam membangun ruang digital yang lebih aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement