Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Diduga Hendak Maling Kabel, Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Dalam Gorong-gorong di Medan Petisah

Redaksi
Redaksi
Rabu, 4 November 2026 - 1.41 AM WIB
Diduga Hendak Maling Kabel, Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Dalam Gorong-gorong di Medan Petisah
Suasana evakuasi jasad korban yang tewas di dalam gorong-gorong di Jl. Pasundan Kelurahan Sei Putih Timur II Kecamatan Medan Petisah, Selasa (03/11/2026).Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Diduga hendak mencuri jaringan kabel telefon bawah tanah, seorang warga ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Jl. Pasundan Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Selasa (03/11/2026).

Jasad korban berinisial H, warga sekitar lokasi kejadian, ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan karena terhimpit bebatuan dan tanah yang longsor menimpa korban.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, pada Subuh korban bersama seorang temannya masuk ke dalam gorong-gorong diduga hendak mengambil jaringan kabel telefon. Saat korban berada di dalam gorong-gorong, tiba-tiba tertimpa reruntuhan batu dan dinding tanah. Teman korban yang melihat peristiwa itu tak mampu menolongnya bahkan meninggalkan korban begitu saja di dalam gorong-gorong.

Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutabarat menyebutkan, setelah mendapat informasi dari warga, pihaknya langsung menuju TKP dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi di bawah jalan aspal.

"Memang ada salah satu masyarakat dari lingkungan III ini dengan inisial H tersangkut di dalam gorong-gorong, dan sudah tidak bernyawa lagi di dalam air," ujar Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, melihat kondisi korban yang tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi secara manual, maka pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Damkar dan pihak terkait sehingga proses evakuasi jenazah berjalan dramatis.

Satu unit alat berat excavator mini dikerahkan. Namun, meskipun aspal jalan sudah dibongkar menggunakan alat berat, proses evakuasi tetap memakan waktu yang cukup panjang sekirar tiga jam karena mengingat lokasi korban terjepit di tempat yang sempit.

"Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, saat korban melakukan proses penggalian dan pencurian kabel, tiba-tiba saja dinding gorong-gorong longsor dan menimpa korban. Ada juga bantu yang menimpa tubuh korban membuat korban terjepit di dalam air sehingga dia enggak sempat menyelamatkan diri," terang Kapolsek.

Setelah beberapa jam, akhirnya jasad korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement