Breaking News
Memuat breaking news...

Digitalisasi Pembelajaran di Tulang Bawang Makin Masif, IFP Ubah Cara Belajar Siswa

Redaksi
Redaksi
Jumat, 1 Mei 2026 - 6.18 PM WIB
Digitalisasi Pembelajaran di Tulang Bawang Makin Masif, IFP Ubah Cara Belajar Siswa
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat berada di SMPN 2 Menggala dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Selasa (28/4/2026). (Wsp/dian)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Transformasi pembelajaran digital mulai terasa nyata di ruang-ruang kelas. Kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) mengubah cara belajar menjadi lebih interaktif dan partisipatif, membuat murid terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Program digitalisasi yang dijalankan pemerintah ini telah menjangkau ribuan satuan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Sepanjang 2025, program Digitalisasi Pembelajaran di Kabupaten Tulang Bawang direalisasikan di 3.334 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp109,7 miliar. Pemanfaatan IFP menjangkau berbagai jenjang pendidikan, meliputi 877 PAUD, 1.694 SD, 562 SMP, 171 SMA, 23 SMK, 6 SLB, dan 1 PKBM.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa bantuan digitalisasi harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran.

“Kami berharap semua bantuan dari pemerintah untuk digitalisasi dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kualitas pembelajaran sebagai prasyarat meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya saat kunjungan kerja di Tulang Bawang, Lampung, Selasa (28/4).

Di tingkat sekolah, kehadiran IFP membawa perubahan signifikan. Guru Informatika SMP Negeri 2 Menggala, Widianto, mengatakan sejak diterima pada November 2025, perangkat tersebut langsung dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh guru.

“IFP digunakan secara bergantian sesuai jadwal, sehingga pemanfaatannya merata dari kelas 7 sampai kelas 9 dan untuk semua mata pelajaran,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan IFP membuat suasana kelas lebih hidup. “Saat menggunakan IFP, siswa sangat antusias karena bisa berinteraksi langsung. Bahkan mereka sering meminta belajar dengan IFP. Guru-guru juga tidak sabar menunggu jadwal mengajar mereka,” ungkapnya.

Widianto menambahkan, optimalisasi penggunaan IFP didukung pelatihan yang ia ikuti pada Oktober 2025, mulai dari pengenalan perangkat hingga pemanfaatan sumber belajar digital.

“Setelah pelatihan, saya membagikan pengetahuan kepada guru lain, sehingga semua bisa menggunakan IFP,” katanya.

Dari sisi murid, perubahan tersebut terasa langsung. Fatria Arina Aru, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Menggala, mengaku lebih semangat belajar sejak menggunakan IFP.

“Sekarang tampilannya lebih jelas dan menarik. Kami juga bisa langsung berinteraksi lewat layar sentuh dan ada permainan edukatif. Belajar jadi lebih seru,” tuturnya.

Ia menambahkan, kehadiran teknologi ini membuat siswa lebih termotivasi untuk datang ke sekolah dan mengikuti pelajaran.

Pemanfaatan IFP di Kabupaten Tulang Bawang menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga mengubah pengalaman belajar menjadi lebih aktif, interaktif, dan bermakna.

Dengan dukungan berkelanjutan, program ini diharapkan terus memperluas akses pembelajaran digital sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement