Diguyur Hujan Lebat, Wilayah Besitang Kembali Dilanda Banjir


BESITANG (Waspada.id): Hujan lebat yang melanda wilayah Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sabtu (10/10) sore hingga malam, menyebabkan sejumlah desa dan kelurahan terendam banjir, Minggu (11/10).
Wilayah yang terendam banjir, yakni di Dusun 10 HKTI, Dusun 7 Wonosari, Dusun 17 Gang Inpres, dan Dusun 19 Kampung Baru, Desa Halaban. Di desa ini air naik pada malam hari dan kini kondisi air sudah berangsur surut.
Sementara itu, di wilayah Desa Sekoci terdapat lima dusun yang dilanda banjir, yakni di Dusun 4, Dusun 5 Sejambu, Dusun 6 Sidodadi, Dusun 7 Pantai Pulo, dan Dusun 8 Sukaramai. Kondisi air di kelima dusun bervariasi.
Kades Sekoci, Gunawan, dihubungi Waspada.id mengatakan, air mulai naik dan menggenangi permukiman warga sekira pukul 05:00. Akibat fenomena alam ini, lanjutnya, ratusan warga terdampak dan sebanyak 15 kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Ia lebih lanjut menjelaskan, proses evakuasi sedikit mengalami kendala, sebab satu unit perahu bermotor mengalami kerusakan mesin akibat tenggelam pada saat bencana banjir yang melanda desa ini pada akhir tahun 2025.
Merespon terjadinya banjir, Kapolsek Besitang AKP Ebet Nebo Simanungkalit, SH, MH melalui Kanit Reskrim Ipda Arif Irfansyah, SH, Kanit Sabhara Aipda Suhaimi dan Kades Sekoci langsung bergerak turun ke lokasi menyalurkan bantuan sembako buat kebutuhan warga.
Pantauan Waspada.id di lapangan, arus banjir yang turun dari hulu menggenangi permukiman warga di wilayah hilir tepatnya di Kelurahan
Kampung Lama dan air sudah menyeberang ke sebagian wilayah di Kelurahan Bukit Kubu.

BANJIR kepung lokasi acara resepsi pesta perkawinan salah seorang warga di wilayah Kelurahan Kampung Lama, Kec. Besitang. Waspada.id/Ist
Sampai pukul 14:30, kondisi air tampak masih bertahan. Bahkan, salah satu lokasi acara pesta pernikahan warga tampak dikepung banjir. Para tamu yang hendak menghadir undangan terpaksa melepas sepatu dan menyingsing celana atau gaun.
Sejumlah warga mengaku cemas dengan kondisi ini apalagi debit air sungai Besitang naik dan mengalir cukup deras akibat dorongan arus air banjir dari kawasan hulu sungai.
Cuaca yang tidak menentu ini menambah trauma warga yang baru beberapa bulan lalu mengalami bencana banjir bandang pada 26 November 2025. "Kami cemas melihat kondisi cuaca dan debit air sungai yang naik," kata warga seraya berdoa agar banjir tidak terulang kembali.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan bersama Pemkab Langkat belum lama ini merampungkan dan meluncurkan program Kampung Rescue di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang.
Program ini bertujuan untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, terutamanya bencana banjir yang kerap melanda Desa Sekoci dan beberapa desa dan kelurahan lainnya di wilayah Besitang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Medan, Hery Marantika, menyatakan Kampung Rescue bukan menggantikan tugas tim profesional, melainkan menjadikan warga sebagai garda terdepan pertolongan awal sebelum bantuan resmi tiba.
“Masyarakat mampu melakukan evakuasi dasar, memberikan laporan akurat, dan bertindak cepat saat keadaan darurat. Atas nama Basarnas melalu Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan saya memberi apresiasi atas dukungan masyarakat," ujarnya.
Kesiapan masyarakat harus dibangun dan diperlihatkan secara berkelanjutan. Dalam penanganan kedaruratan, waktu termasuk faktor paling penting dan masyarakat berperan penting dalam memberi respon awal.(id24)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda