Breaking News
Memuat breaking news...

Diinjak Gajah Liar, Kaki Petani Perempuan di Trumon Timur Patah

Redaksi
Redaksi
Senin, 14 September 2026 - 8.56 PM WIB
Diinjak Gajah Liar, Kaki Petani Perempuan di Trumon Timur Patah
Diinjak gajah liar, kaki petani perempuan di Trumon Timur patah. (Waspada.id/Hendrik)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPAKTUAN (Waspada.id) : Teror gajah liar kembali menelan korban di Kabupaten Aceh Selatan. Seorang petani perempuan, Srimah (55), mengalami patah kaki setelah diinjak seekor gajah saat berada di kawasan perkebunan sawit warga Gampong Kapa Seusak, Kecamatan Trumon Timur, Senin (14/9) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat kejadian, dua ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) jantan diketahui berada di sekitar perkebunan warga.

Kepala Dusun Seuneubok Pungki, Gampong Kapa Seusak, Rivaldi, mengatakan korban merupakan warga yang sedang berada di kawasan perkebunan ketika diserang gajah.

“Korban yang diinjak gajah seorang perempuan, umur sekitar 55 tahun,” kata Rivaldi via sambungan telepon kepada Waspada.id di Tapaktuan.

Menurutnya, Srimah mengalami patah kaki dan telah dibawa ke tempat tukang urut di Gelombang, Kota Subulussalam, untuk mendapatkan penanganan.

Rivaldi mengatakan keberadaan dua gajah jantan tersebut telah lama meresahkan masyarakat. Satwa liar itu disebut hampir setiap malam masuk dan berkeliaran di sekitar perkebunan warga.

“Gajah hampir setiap malam masuk ke kebun warga. Setiap malam masyarakat harus mengusirnya,” ujarnya.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena lokasi kemunculan gajah tidak jauh dari Jalan Nasional Tapaktuan-Medan. Dalam kondisi tertentu, dua satwa tersebut disebut hanya berjarak sekitar 20 meter dari badan jalan.

Menurut Rivaldi, konflik manusia dengan gajah di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Konflik telah berlangsung sejak 2019 dan dalam beberapa bulan terakhir tercatat dua kejadian yang menyebabkan warga menjadi korban.

“Dulu korbannya laki-laki, sekarang perempuan yang menjadi korban,” katanya.

Ancaman tersebut membuat warga semakin khawatir. Sejumlah masyarakat bahkan harus berjaga di kawasan perkebunan hampir setiap malam untuk mengantisipasi kemunculan gajah.

Warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah penanganan terhadap dua gajah tersebut dan memindahkannya ke habitat yang lebih aman. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah konflik kembali menimbulkan korban.

“Jangan sampai ada korban jiwa akibat diinjak gajah. Kami berharap gajah segera dipindahkan karena sudah sering menimbulkan korban,” harap Rivaldi. (id85)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement