Breaking News
Memuat breaking news...

Dinkes Abdya Kejar TBC Sampai ke Desa, Warga Sekaligus Dapat Cek Kesehatan Gratis

Redaksi
Redaksi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 10.21 AM WIB
Dinkes Abdya Kejar TBC Sampai ke Desa, Warga Sekaligus Dapat Cek Kesehatan Gratis
Kepala Dinas Kesehatan Abdya Rinaldi, Selasa (4/8).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terus memperkuat perang melawan Tuberkulosis (TBC), dengan strategi yang lebih agresif.

Tak lagi menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan Abdya turun langsung ke desa-desa, melakukan pelacakan (tracing) kasus TBC, yang dipadukan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga masyarakat dapat mendeteksi penyakit lebih dini, sekaligus memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Langkah tersebut dilaksanakan di Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, pada 31 Juli 2026, dan berlanjut di Desa Padang Baru, Kecamatan Manggeng, pada 3 Agustus 2026. Kegiatan melibatkan Dokter Spesialis Paru, dr. Yenni Kusmatuti, Sp.P, tenaga kesehatan puskesmas, serta kader kesehatan desa.

Program ini menyasar masyarakat yang memiliki gejala, maupun faktor risiko TBC, terutama mereka yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien dan anggota keluarga penderita.

Selain menjalani skrining TBC, warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis seperti pengecekan gula darah, kolesterol, hingga skrining kesehatan umum.

Kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan Program CKG di Desa Pulau Kayu dan Desa Padang Baru, sebagai upaya mempercepat deteksi dini dan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, Senin (3/8). Waspada.id/Syafrizal

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Abdya, Mansuri S.K.M, mengatakan, integrasi tracing TBC dengan Program CKG menjadi strategi efektif, untuk meningkatkan penemuan kasus sedini mungkin sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.

"Melalui kegiatan ini masyarakat tidak hanya mendapatkan skrining TBC, tetapi juga mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Kami berharap masyarakat segera memanfaatkan layanan pemeriksaan, apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Yenni Kusmatuti, Sp.P juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, mengenai tanda-tanda TBC, di antaranya batuk berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam dalam waktu lama, serta keringat malam. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama memutus rantai penularan sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Keberhasilan kegiatan itu turut didukung petugas puskesmas bersama kader kesehatan desa, yang aktif melakukan pendataan sasaran, pelaksanaan skrining, pendampingan, hingga edukasi kepada masyarakat. Peran kader dinilai sangat strategis karena menjadi ujung tombak dalam membangun kesadaran warga terhadap pentingnya mengenali gejala TBC sejak awal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Rinaldi menegaskan, eliminasi TBC tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan di rumah sakit atau puskesmas. Menurutnya, pendekatan jemput bola hingga ke tingkat desa merupakan langkah yang lebih efektif, untuk menemukan kasus yang selama ini tersembunyi di tengah masyarakat.

"Perang melawan TBC harus dimulai dari deteksi dini. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pasien mendapatkan pengobatan dan semakin kecil peluang penularan kepada orang lain. Karena itu kami terus memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, hingga masyarakat, agar tidak ada lagi penderita yang terlambat terdiagnosis," kata Rinaldi.

Ia menambahkan, penggabungan layanan tracing TBC dengan Program Cek Kesehatan Gratis, merupakan bentuk transformasi pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan berorientasi kepada masyarakat. "Momentum ini bukan hanya untuk mencari kasus TBC, tetapi juga membangun budaya masyarakat yang sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pencegahan selalu lebih baik, lebih murah dan lebih efektif, dibandingkan mengobati penyakit yang sudah berada pada stadium lanjut," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Abdya menegaskan komitmennya, dalam mendukung target nasional percepatan eliminasi Tuberkulosis, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau hingga ke pelosok desa.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement