Dinkes Banda Aceh Buka Survei Akreditasi Puskesmas Kuta Raja, Dorong Mutu dan Keselamatan Pasien


BANDA ACEH (Waspada.id): Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Pelayanan Kesehatan melaksanakan Survei Akreditasi UPTD Puskesmas Kuta Raja, Rabu (28/10). Survei dilaksanakan selama tiga hari secara luring oleh Tim Surveior dari Lembaga Penyelenggara Akreditasi Puskesmas, Klinik, dan Praktik Dokter Lembaga Penyelenggara Akreditasi Pelayanan Kesehatan Paripurna (LPA-PKP).
Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan Puskesmas menghadapi tahapan Survei Akreditasi sekaligus mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, sambutan Kepala Puskesmas Kuta Raja, perkenalan Tim Surveior, pembacaan doa, pembacaan jadwal survei dan kode etik, serta serah terima surat pernyataan surveior dan Kepala Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP. M.Si., menyampaikan selamat datang kepada Tim Surveior dan apresiasi kepada Kepala Puskesmas Kuta Raja beserta seluruh jajaran yang telah mempersiapkan dokumen, sarana dan prasarana, serta pelaksanaan pelayanan dalam rangka memenuhi standar akreditasi.
“Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan bagian penting dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan,” ujarnya.
Wahyudi menegaskan, akreditasi harus menjadi momentum bagi Puskesmas untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan, memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Survei dilaksanakan oleh dua bidang surveior, yaitu Surveior Bidang Tata Kelola Sumber Daya dan UKM, serta Surveior Bidang Tata Kelola Pelayanan dan Penunjang.
Dalam sambutannya, Wahyudi menyampaikan lima pesan penting kepada jajaran UPTD Puskesmas Kuta Raja. Pertama, memberikan keterbukaan dan kerja sama yang baik kepada Tim Surveior serta menyampaikan informasi, data, dan bukti pelaksanaan kegiatan secara benar, objektif, dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Kedua, menjadikan survei akreditasi sebagai sarana pembelajaran dan perbaikan. Ketiga, memperkuat komitmen seluruh pegawai terhadap mutu dan keselamatan pasien. Keempat, memastikan keberlanjutan peningkatan mutu setelah survei selesai melalui rencana tindak lanjut. Kelima, meningkatkan pelayanan yang ramah, adil, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Wahyudi juga berharap pelaksanaan survei dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai dengan standar serta ketentuan yang berlaku. Ia juga mengharapkan arahan dan rekomendasi yang konstruktif dari Tim Surveior sebagai bahan perbaikan bagi UPTD Puskesmas Kuta Raja dan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kota Banda Aceh secara keseluruhan.
“Mari kita jadikan pelaksanaan survei akreditasi ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat tata kelola Puskesmas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi seluruh masyarakat Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan terus mendorong pembinaan, pendampingan, pemantauan, dan evaluasi terhadap seluruh Puskesmas agar peningkatan mutu pelayanan kesehatan dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. (id65)
Berita Terkait








































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda