Breaking News
Memuat breaking news...

Dinkes Medan: Kasus Influenza A Terkendali, Tidak Ada KLB dan Belum Ada Kematian

Redaksi
Redaksi
Senin, 5 Oktober 2026 - 3.55 PM WIB
Dinkes Medan: Kasus Influenza A Terkendali, Tidak Ada KLB dan Belum Ada Kematian
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN, (waspada.id) - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes memastikan kasus Influenza A di Kota Medan masih terkendali dan tidak berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa.

Surya menjelaskan, data Sentinel ILI Puskesmas Teladan yang terhubung dengan Aplikasi Nasional NAR mencatat, sepanjang 2025 terdapat 39 kasus Influenza A-H1N1 pdm dan 5 kasus Tipe B Victoria. Sementara pada 2026 hingga September tercatat 32 kasus Influenza A, terdiri dari H1-pdm09 sebanyak 27 kasus dan H3 sebanyak 5 kasus, serta Tipe B Victoria 3 kasus.

Khusus September 2026, tercatat 20 kasus Tipe A dengan rincian H1 18 kasus dan H3 2 kasus, serta Tipe B 2 kasus. Jika dibandingkan dua tahun terakhir, angkanya cenderung sama dan tidak ada kenaikan signifikan.

Menurutnya, lonjakan kasus lebih dipicu faktor cuaca. Pergantian hujan dan panas yang cepat membuat adaptasi fisik masyarakat tidak maksimal sehingga mudah terserang virus.

Surya menegaskan, tingkat keparahan Influenza A sangat tergantung daya tahan tubuh. Pasien tanpa komorbid cukup menjalani rawat jalan, sedangkan pasien dengan penyakit penyerta memerlukan perawatan di rumah sakit. Kelompok yang paling banyak terjangkit adalah anak-anak dan remaja, cenderung perempuan.

Hingga kini, belum ada pasien meninggal akibat Influenza A di Kota Medan dan belum ada laporan pasien yang harus dirawat di rumah sakit. Rata-rata menjalani rawat jalan. Untuk pelayanan, Puskesmas masih memadai dari sisi alat dan obat, sementara ruang perawatan tersedia di seluruh rumah sakit.

Dijelaskan Surya, gejala Influenza Tipe A sedikit lebih berat dibanding Tipe B. Di antaranya demam tinggi atau menggigil, flu, batuk, nyeri tenggorokan dan suara serak, nyeri kepala, pegal linu, mual muntah, gangguan pencernaan hingga diare yang lebih sering pada anak, serta kelelahan.

Karena penularan melalui udara atau droplet, ia mengimbau masyarakat tetap memakai masker, terutama yang sedang sakit.

Untuk pencegahan, Dinkes menganjurkan vaksinasi flu setahun sekali, termasuk bagi yang akan bepergian ke luar negeri seperti umroh. Saat ini vaksin masih berbayar dan tersedia di RS swasta, RSUD, dan klinik tertentu.

Surya juga meminta orang tua melengkapi anak dengan masker saat ke sekolah dan ke tempat umum. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, terapkan etika batuk dan bersin, kurangi kontak dekat saat sakit, dan istirahat cukup. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, lemas, serta nyeri otot dan sendi, segera periksakan diri ke Puskesmas, FKTP, atau dokter terdekat.

Data Sentinel ILI mencatat 20 kasus Influenza Tipe A di Kota Medan pada September 2026. Dinkes memastikan kondisi terkendali dan mengajak masyarakat mencegah penularan dengan memakai masker dan menjaga PHBS. (fs)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement