Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Berikan Kuliah Umum dan Bedah Buku di Universitas Samudra


LANGSA (Waspada.id): Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, memberikan kuliah umum sekaligus memimpin kegiatan bedah buku serta penandatanganan MoU dengan Universitas Samudra, Selasa (01/09/2026).
Kegiatan roadshow bedah buku bertajuk “Ekosistem Kebun Negara untuk Petani Sawit dan Rakyat” itu juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara PTPN IV PalmCo dan Universitas Samudra.
Kegiatan ini dihadiri jajaran manajemen PTPN IV Regional VI yang membawahi wilayah operasional Langsa dan Aceh. Manajemen regional turut mendampingi penandatanganan nota kesepahaman strategis atau MoU sekaligus mendukung penguatan kolaborasi antara dunia usaha dan akademisi.

Dalam pemaparannya, Arya Sandhiyudha menjelaskan bahwa buku tersebut memuat pesan strategis, aspek hukum, dan tanggung jawab sosial BUMN perkebunan dalam melindungi sektor sawit rakyat.
Ia menyoroti peran “efek gravitasi kebun negara” bagi 42 persen petani sawit rakyat, implementasi Pasal 33 UUD 1945, formula kemitraan inti-plasma, hingga upaya kedaulatan dan perlindungan hak petani.
“Kami ingin memastikan keberadaan kebun negara tidak hanya untuk korporasi, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan petani rakyat,” ujar Arya dalam kuliah umumnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Samudra, Prof. Muhammad Nasir, S.H., M.H., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan PTPN IV PalmCo penting untuk mendorong riset, pengabdian masyarakat, dan penguatan sumber daya manusia di sektor perkebunan sawit.
“Semoga dengan adanya MoU ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan program pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kebun negara di Aceh,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Universitas Samudra, Syahrizal Usmansyah, S.E., M.Si., mengatakan melalui kegiatan ini, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat diharapkan memperoleh wawasan mengenai tantangan serta peluang pengelolaan perkebunan sawit Indonesia.
“Forum akademik seperti ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan perspektif hukum, ekonomi, dan pembangunan dalam melihat masa depan industri perkebunan nasional,” katanya. (Id75)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda