Breaking News
Memuat breaking news...

Direktur Pertamina hingga Pejabat BPK Pilih Kuliah di UT, Fleksibilitas Jadi Kunci

Redaksi
Redaksi
Selasa, 30 Juni 2026 - 3.14 PM WIB
Direktur Pertamina hingga Pejabat BPK Pilih Kuliah di UT, Fleksibilitas Jadi Kunci
Rektor UT Prof Dr Ali Muktiyanto bersama para Wakil Rektor dan wisudawan terbaik dari berbagai profesi, berfoto usai prosesi Wisuda di UTCC, Tangerang Selatan, Selasa (30/6/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TANGERANG SELATAN (Waspada.id): Sejumlah tokoh dari berbagai profesi, mulai dari direksi BUMN, pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga atlet nasional, menjadi bagian dari Wisuda Wilayah I Universitas Terbuka (UT) yang digelar di UT Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Selasa (30/6/2026). Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa sistem pembelajaran fleksibel yang diterapkan UT mampu menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Salah satu wisudawan yang mencuri perhatian adalah Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Erry Sugiharto, yang berhasil menyelesaikan Program Studi Ilmu Hukum. Erry mengaku lega dapat menuntaskan pendidikan yang telah dimulainya sejak 2019.

Menurutnya, alasan utama memilih Universitas Terbuka adalah fleksibilitas sistem pembelajaran yang memungkinkan dirinya tetap menjalankan tanggung jawab sebagai profesional tanpa harus meninggalkan pendidikan.

"Kenapa memilih UT? Karena fleksibel. Pembelajaran di UT membuat materi lebih mudah dipahami melalui studi kasus dan tim pengajar yang berkualitas. Waktu dan profesi bukan lagi penghalang untuk terus belajar," ujar Erry.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemeriksaan I.C BPK, Ida Irawati, juga diwisuda setelah menyelesaikan Program Doktor Administrasi Publik UT Jakarta. Mahasiswi angkatan 2020 itu menilai UT memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menyeimbangkan pendidikan, pekerjaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Harus ada tujuan kapan lulus, kapan bekerja, dan kapan bermasyarakat. Semua harus seimbang, dan UT memberi kesempatan itu," kata Ida.

Meski mengakui perjalanan studinya penuh tantangan, Ida menegaskan perjuangan tersebut bukan menjadi momok. Ia berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan belajar di UT karena tidak ada batasan usia, status sosial, maupun pekerjaan.

Pengalaman serupa disampaikan Kepala Pusat Analisis Kebijakan Pemeriksaan Keuangan Negara BPK, Dr. Selvia Vivi Devianti, S.E., M.Sc., yang berhasil menyelesaikan studi di Fakultas Hukum UT setelah menempuh pendidikan sejak 2015.

"Saya senang bisa lulus dan ikut wisuda hari ini. Terima kasih kepada UT yang telah membimbing saya," ujarnya.

Selvia menilai standar akademik di UT tetap terjaga. Ia bahkan mengaku pernah memperoleh nilai yang kurang memuaskan selama kuliah.

"UT memberi kesempatan belajar kepada semua orang, tetapi bukan berarti mudah. Justru mutu akademiknya tetap dijaga. Jadi siapa bilang kuliah di UT gampang?" katanya.

Dari dunia olahraga, atlet futsal profesional Indonesia Marvin Alexa Wossiry turut diwisuda sebagai lulusan Program Studi Manajemen UT Jakarta. Di tengah padatnya jadwal latihan dan pertandingan, Marvin membuktikan pendidikan tinggi tetap dapat diraih melalui sistem pembelajaran yang adaptif.

Sementara itu, Elly Agustina, lulusan Magister Pendidikan Dasar UT Medan, dinobatkan sebagai wisudawan berdedikasi dan berprestasi. Kisah inspiratif juga datang dari Ratna, penerima Beasiswa KIP-K Program Studi Ilmu Hukum UT Jambi, yang menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi mampu membuka peluang mobilitas sosial dan masa depan yang lebih baik.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, mengatakan kehadiran para profesional dari berbagai bidang tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UT sebagai perguruan tinggi yang kredibel, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, UT hadir sebagai ekosistem pembelajaran yang memungkinkan seseorang tetap bekerja, memimpin, mengabdi, dan berprestasi, sekaligus menyelesaikan pendidikan tinggi.

"Para wisudawan ini akan kembali ke ruang hidupnya masing-masing dengan kapasitas baru. Ada yang kembali ke ruang kebijakan, korporasi, sekolah, keluarga, lapangan olahraga, maupun masyarakat. Di titik itulah kontribusi UT terasa, bukan hanya mencetak lulusan, tetapi juga memperkuat manusia-manusia pembelajar yang terus membawa dampak bagi bangsa," ujar Ali.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement