Disbudpar Toba Siapkan Tiga Event hingga Akhir 2026, Dorong Peningkatan Okupansi Hotel


TOBA (Waspada.id): Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Toba menyiapkan tiga agenda kegiatan hingga akhir 2026. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta meningkatkan tingkat hunian atau okupansi hotel di kawasan Danau Toba.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, mengatakan, sejak dirinya menjabat, terdapat empat event yang diagendakan, yakni Marpangir, motocross, Pesta Budaya Ajibata, dan Tour de Toba.
“Agenda event kita untuk tahun ini ada empat. Yang pertama, Marpangir, sudah kita laksanakan pada 24 Oktober kemarin. Jadi, tinggal tiga event lagi hingga akhir tahun,” ujar Rikardo saat diwawancarai, Rabu (28/10).
Selanjutnya, Disbudpar Toba menjadwalkan kegiatan motocross pada 14–15 November 2026 di kawasan alam Sibodiala. Pelaksanaan kegiatan tersebut bekerja sama dengan penyelenggara atau event organizer (EO).
Selain motocross, Disbudpar Toba juga memfasilitasi Pesta Budaya di Ajibata yang direncanakan berlangsung pada akhir November 2026. Saat ini, panitia bersama masyarakat setempat masih membahas pelaksanaannya.
Agenda keempat adalah Tour de Toba, yakni kegiatan olahraga sepeda yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Desember 2026.
Rikardo menjelaskan, rute Tour de Toba direncanakan dimulai dari Kantor Bupati Toba, kemudian menyusuri kawasan tepian Danau Toba, termasuk melewati kawasan Pantai Pakkodian.
Dalam kegiatan tersebut, akan diselenggarakan dua kategori, yakni fun bike dan race. Kategori balapan akan dilaksanakan pada rute yang telah ditentukan bersama pihak penyelenggara.
“Kita harapkan Tour de Toba ini bisa menjangkau tingkat nasional. Bahkan, kalau memungkinkan, promosi melalui website penyelenggara dapat menjangkau peserta internasional,” katanya.
Ia menambahkan, Tour de Toba direncanakan menjadi agenda tahunan. Setelah pelaksanaan perdana pada Desember 2026, kegiatan tersebut direncanakan kembali digelar pada Agustus 2027.
Motocross Jadi Agenda Tahunan
Rikardo mengatakan, motocross juga direncanakan menjadi agenda tahunan Kabupaten Toba. Pelaksanaannya pada November mendatang merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di kawasan Sibodiala.
Pihaknya berharap penyelenggaraan tahun ini dapat menjangkau lebih banyak peserta, khususnya komunitas motocross dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, keterlibatan komunitas tingkat nasional perlu diperkuat agar kegiatan tersebut semakin berkembang dan mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung ke Kabupaten Toba.
“Kami mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong menyaksikan kegiatan ini. Sebab, salah satu tujuan kegiatan sport tourism adalah mendatangkan orang dari luar Toba,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan olahraga berbasis pariwisata tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha perhotelan dan sektor pendukung pariwisata lainnya.
Rikardo menilai, kedatangan peserta dari luar daerah berpotensi meningkatkan okupansi hotel selama kegiatan berlangsung.
“Kalau mereka datang, tentu ada yang menginap di hotel. Ini salah satu upaya kita untuk meningkatkan okupansi hotel di Toba yang selama ini masih rendah,” katanya.
Ia mencontohkan, apabila kegiatan motocross mampu mendatangkan sekitar 200 peserta, jumlah tersebut masih akan bertambah dengan kehadiran ofisial dan rombongan pendukung. Kondisi ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel di Kabupaten Toba. (Id52)
Berita Terkait









































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda