Breaking News
Memuat breaking news...

Disdik Sumut Dan BNN Bahas Kurikulim Anti Narkotika

Redaksi
Redaksi
Selasa, 13 Oktober 2026 - 8.23 PM WIB
Disdik Sumut Dan BNN Bahas Kurikulim Anti Narkotika
Kadisdik Sumut Alexander Sinulingga, saat menerima Direktur Advokasi BNN Tatiek Sufahriani, di Kantor Disdik Sumut. Waspada.Id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.Id): Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut menerima kunjungan Badan Narkotika Nasional (BNN), di Kantor Disdik Sumut, Senin (12/10). Pertemuan itu membahas program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika yang akan diterapkan kepada murid-murid di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut Alexander Sinulingga, menerima langsung kunjungan dari Direktur Advokasi BNN Tatiek Sufahriani. Pada pertemuan itu, BNN melakukan koordinasi kepada Disdik, agar ke depan untuk dapat menerapkan sistem kurikulum anti narkoba kepada para siswa di sekolah.

Pada pertemuan tersebut, Tatiek Sufahriani mengatakan tentang perlunya peredaran narkoba yang semakin masif di sekolah-sekolah. Dengan begitu peredaran narkoba dapat dicegah kepada murid-murid sekolah. "Karena, jikalau murid terdampak dari penyalahgunaan narkoba dapat berakibat fatal untuk masa depannya," katanya.

Sementara itu, Kadisdik Sumut Alexander Sinulingga, merespon positif kunjungan pihak BNN hari itu. Dia mengatakan, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi, untuk memberikan kesadaran kepada murid-murid mengenai dampak penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

"Koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara BNN RI dan Disdik Sumut dalam menanamkan pemahaman serta kesadaran akan bahaya narkotika sejak dini melalui dunia pendidikan," kata Alexander.

Menurut Alexander, pemahaman sejak dini mengenai penyalahgunaan narkoba, harus cepat dilaksanakan. Tujuannya, agar generasi emas dapat terselamatkan dari bahaya obat-obatan tersebut.

Alexander Sinulingga mengatakan, jika siswa diberikan pemahaman sejak dini maka akan dapat menyelamatkan ribuan generasi muda.b"Dengan mengintegrasikan nilai-nilai pencegahan narkotika dalam pembelajaran, diharapkan peserta didik semakin memiliki pengetahuan, ketahanan diri, dan keberanian untuk menolak penyalahgunaan narkoba," jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), kata Alexander, akan segara membahas mengenai penerapan kurikulum anti narkoba ini bersama dengan pihak legislatif. "Setelah ini, kita akan melaporkan kepada Bapak Gubernur untuk kemudian dibahas, bagaimana kedepannya mengenai penerapan kurikulum anti narkoba kepada murid-murid di seluruh sekolah di Sumut," ucapnya. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement