Breaking News
Memuat breaking news...

Distanpang Sumut Buka Layanan Kesehatan Hewan Gratis Di PRSU Ke-50

Redaksi
Redaksi
Minggu, 19 Juli 2026 - 8.50 PM WIB
Distanpang Sumut Buka Layanan Kesehatan Hewan Gratis Di PRSU Ke-50
Kepala UPT Klinik Hewan Distapang Sumut, Ir. Sri Muliani, S.Pt., MM, didampingi Kasi Pelayanan drh. Rachmad Wahyudi, Kasi Rekam Medik drh. Agus Rahayu, serta Kasubbag Tata Usaha Angga Pramudia, SE. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) Provinsi Sumatera Utara menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan hewan dan vaksinasi rabies gratis bagi masyarakat di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang berlangsung di Komplek PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, hingga 2 Agustus 2026.

Saat ditemui di stan Distanpang Sumut, Minggu (19/7), Kepala UPT Klinik Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Ir. Sri Muliani, S.Pt., MM, didampingi Kasi Pelayanan drh. Rachmad Wahyudi, Kasi Rekam Medik drh. Agus Rahayu, serta Kasubbag Tata Usaha Angga Pramudia, SE mengatakan keikutsertaan UPT Klinik Hewan dalam PRSU merupakan bentuk partisipasi aktif pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan hewan kepada masyarakat.

"Melalui PRSU ini kami ikut berpartisipasi memberikan layanan pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan," ujar Sri Muliani.

Ia mengatakan, salah satu layanan yang menjadi perhatian pengunjung adalah pemeriksaan kesehatan hewan dan vaksinasi rabies gratis bagi anjing maupun kucing peliharaan.

"Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan hewan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan manusia. Prinsipnya, hewan sehat, manusia juga aman. Karena itu kami memberikan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi rabies secara gratis," katanya.

Pelayanan tersebut dilaksanakan secara berkala selama penyelenggaraan PRSU. Untuk mengikuti vaksinasi, hewan peliharaan harus dalam kondisi sehat, tidak bunting, berusia minimal tiga hingga enam bulan, serta dibawa menggunakan kandang atau tali pengaman.

Selain pelayanan kesehatan hewan, pengunjung juga berkesempatan memperoleh 80 voucher layanan gratis di UPT Klinik Hewan Distanpang Sumut. Voucher tersebut dapat digunakan untuk berbagai layanan seperti vaksinasi, pemeriksaan USG kebuntingan, hingga tindakan steril kucing.

Menurut Sri Muliani, PRSU menjadi sarana yang efektif bagi UPT Klinik Hewan untuk memperkenalkan layanan yang dimiliki sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan hewan peliharaan, vaksinasi rabies, serta pencegahan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan kepada manusia.

"Melalui kegiatan ini masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai cara memelihara hewan yang sehat dan bertanggung jawab," ujarnya.

Selain layanan kesehatan hewan, stan Distanpang Sumut juga menyajikan berbagai kegiatan menarik lainnya seperti demonstrasi pertanian interaktif bertema urban farming, kuis berhadiah (doorprize), serta pameran produk unggulan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.

Berbagai komoditas unggulan Sumatera Utara turut dipromosikan, antara lain produk olahan kopi, kakao, kelapa sawit, hasil peternakan, serta aneka produk pangan lokal hasil binaan pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Sri Muliani berharap kehadiran UPT Klinik Hewan di PRSU dapat semakin mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan.

"Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan hewan karena hewan yang sehat akan mendukung kesehatan keluarga dan lingkungan," pungkasnya. (Id142)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement