Breaking News
Memuat breaking news...

Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan dan PT ALS Gelar Bimtek Safety Driving Pertama di Medan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 - 7.17 PM WIB
Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan dan PT ALS Gelar Bimtek Safety Driving Pertama di Medan
Dirut PT ALS, Chandra Lubis menyerahkan cenderamata kepada Kasubdit Manajemen Keselamatan Ditjen Hubdat Kemenhub, Ellis Simbolon, di kegiatan Bimtek Safety Driving.Waspada.id/Surya Efendi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI) bersama PT Antar Lintas Sumatera (ALS) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Safety Driving di kantor pusat perusahaan otobus tersebut di Jl. Sisingamangaraja, Medan, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (30 sampai 31 Juli 2026) berupa teori dan praktik itu, dikuti seratusan sopir, para mekanik/teknisi serta jajaran direksi dan komisaris PT ALS.

Pelatihan ini menekankan prinsip dan keterampilan mengemudi mobil yang bertujuan untuk menjaga keamanan, mengurangi risiko kecelakaan, serta melindungi nyawa di jalan raya. Praktik ini berfokus pada kepatuhan aturan, kondisi kendaraan, dan kemampuan teknis pengemudi.

Kegiatan Bimtek Safety Driving di PT ALS.Waspada.id/Surya Efendi

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Yusuf Nugroho selaku Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Ditjen Hubdat, Kemenhub RI secara daring (zoom).

Selain itu pemateri juga disampaikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diwakili Jalaludin Pasha selaku Investigator Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) juga lewat zoom.

Sementara hadir langsung dalam kegiatan tersebut antara lain, Kasubdit Manajemen Keselamatan, Ellis Simbolon, juga menyampaikan materi, Direktur Utama (Dirut) PT ALS, Chandra Lubis, Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut, Rochani Litiloly, Ketua DPD Organda Sumut, Haposan Siallagan, perwakilan PT Jasa Raharja Sumut, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Medan dan stakeholder terkait.

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, menyebut kegiatan pelatihan ini berfokus pada bimbingan teknis keselamatan mengemudi atau safety driving.

Dirut PT. ALS Chandra Lubis, memberikan sambutan.Waspada.id/Surya Efendi

‘’Pembinaan ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya para pengemudi angkutan orang, baik pelayanan angkutan dalam trayek maupun tidak dalam trayek,’’ ucapnya.

Ia menyebut, kegiatan ini juga bagian rekomendasi dari pemeriksaan audit dan monitoring PT ALS pasca insiden tabrakan bus ALS di Sumsel.

Melalui kegiatan ini, dia berharap pengemudi ALS dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan pelayanan atau service of excellence, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman.

"Mulai dari pengecekan kendaraan sebelum beroperasi, indikator apa saja yang perlu di cek, klasifikasi dan identifikasi risiko kecelakaan selama dalam perjalanan, kecakapan dan keterampilan mengemudi, serta mengetahui apa yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat," jelasnya.

Disisi lain dia juga meminta manajemen PT ALS untuk dapat mengatur dengan baik terkait pola jam kerja pengemudi sesuai aturan yang berlaku.

Kata dia memang, secara umum kata ada banyak faktor utama kecelakaan, mulai dari pengemudi kurang menguasai teknis teknologi kendaraan khususnya sistem pengereman hingga kurangnya penguasaan terhadap rute jalan yang dilalui.

"Namun penyebab selanjutnya adalah faktor kelelahan yang dialami para pengemudi (defensive driving), oleh karena itu, pengaturan jam kerja pengemudi harus dijalankan sebaik mungkin, sehingga pada akhirnya potensi resiko terjadinya kecelakaan jalan dapat kita minimalisir dan bahkan dihindari," tandasnya.

Sementara itu, Kasubdit Manajemen Keselamatan Ditjen Hubdat Kemenhub, Ellis Simbolon, mengatakan kegiatan pelatihan ini dasari dari hasil investigasi kecelakaan bus ALS di Sumsel. Mereka melihat ALS kurang memberikan pelatihan safety driving kepada para sopirnya.

"Kami temukan mengenali memang disini faktor pengemudinya sepertinya kurang mendapatkan pelatihan, ya, atau peningkatan kapasitas makanya kegiatan ini adalah pilot project, ya, artinya ini bisa ditiru oleh perusahaan lain bagaimana artinya untuk peningkatan keselamatan," ujarnya.

Sedangkan Direktur PT ALS, Chandra Lubis dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pelatihan ini pastinya menjadi dorongan pihaknya untuk ke depannya bisa melayani pengguna ALS menjadi lebih baik lagi.

"Memang si driver itu seperti yang dibilang Ibu Ellis tadi itu perlu mereka itu mengetahui kondisi mereka bila ada kelelahan atau saat kapan mereka harus istirahat, saat kapan mereka harus bisa mengemudi kembali, itu harus mereka jaga," katanya.

Chandra juga mengatakan sebelumnya pihaknya juga kerap membuat pelatihan dengan pihak kepolisian dan Jasa Raharja. Namun intensitasnya tidak begitu banyak hanya 2 kali dalam setahun. Dengan kegiatan ini, Chandra berharap pengetahuan para sopir dan manajemen ALS mengenai keselamatan kerja semakin lebih baik.

Bimtek Safety Driving diikuti ratusan sopir, jajaran direksi PT ALS.Waspada.id/Surya Efendi

"Ini adalah salah satu program dari Kementerian Perhubungan yang memang kami selalu diedukasi, ya bahasanya agar lebih menjaga dan lebih baik untuk bagaimana mengutamakan keselamatan paling tinggi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Chandra mengapresiasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang menggagas pelatihan ini bersama ALS. Menurutnya, ini pertama kali dilakukan bagi perusahaan otobus yang ada di Sumatera Utara.

‘’Safety Driving sangat bermanfaat, khususnya bagi para sopir kami. Sesuai motto ALS: ‘’Naik Sebagai Penumpang, Turun Jadi Saudara”, harus dipahami dengan baik, sebab semboyan kami itu menyangkut kehangatan, keakraban, dan rasa persaudaraan yang tinggi antara ALS dengan para penumpangnya,’’ demikian Chandra.(id96)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement