DKP Aceh Dorong Pelaku Usaha Perikanan Manfaatkan Peluang Emas Misi Dagang Aceh–Jawa Timur 2026


BANDA ACEH (Waspada.id): Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mendorong pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan di Aceh untuk memanfaatkan Misi Dagang Pemerintah Aceh dengan Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 sebagai peluang strategis memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk, dan membuka akses pasar antardaerah.
Melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Abdus Syakur, S.Pi., M.Si., Jumat (16/10/2026), DKP Aceh mengajak para pelaku usaha untuk mempersiapkan diri dan mengambil bagian secara aktif dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026, di Amel Hotel Convention Hall, Banda Aceh.
Misi dagang tersebut menjadi kesempatan penting bagi pelaku usaha Aceh untuk memperkenalkan potensi komoditas unggulan, membangun kemitraan bisnis, serta menjajaki peluang transaksi dengan pelaku usaha dari Jawa Timur. Khusus sektor kelautan dan perikanan, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemasaran produk perikanan Aceh, baik dalam bentuk bahan baku maupun produk olahan bernilai tambah.

DKP Aceh turut mengambil bagian dalam persiapan kegiatan dengan mengusulkan belasan pengusaha sektor kelautan dan perikanan untuk berpartisipasi. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah sesuai kebutuhan dan perkembangan persiapan pelaksanaan misi dagang.
Abdus Syakur menilai, misi dagang ini perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan emas bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk. Karena itu, pelaku usaha diharapkan dapat mempersiapkan produk unggulan, informasi kapasitas produksi, kualitas dan kontinuitas pasokan, serta peluang kerja sama yang dapat ditawarkan kepada calon mitra bisnis.
Potensi kelautan dan perikanan Aceh memiliki peluang untuk dikembangkan melalui perluasan akses pasar dan penguatan kerja sama perdagangan. Namun, peluang tersebut perlu didukung kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar, menjaga mutu produk, serta membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.
Persiapan Misi Dagang Aceh–Jawa Timur 2026 telah dibahas dalam rapat pra-misi dagang yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pertemuan tersebut melibatkan unsur pemerintah kedua provinsi, pelaku usaha, serta asosiasi pengusaha dari Aceh dan Jawa Timur.
Pembahasan mencakup koordinasi dan finalisasi peserta, komoditas yang akan diperdagangkan, penampilan produk, serta berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan kegiatan.
Melalui keikutsertaan dalam misi dagang ini, DKP Aceh berharap pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan mampu memanfaatkan peluang pertemuan bisnis secara optimal, menjalin kemitraan yang produktif, serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk unggulan Aceh.
Upaya tersebut sejalan dengan dorongan Pemerintah Aceh untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan, memperluas jangkauan pemasaran produk daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan usaha dan perdagangan antardaerah.(id66)
Berita Terkait






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda