Breaking News
Memuat breaking news...

DKP Pidie Pastikan Bantuan Dapur Garam Tepat Sasaran

Redaksi
Redaksi
Senin, 10 Agustus 2026 - 12.35 PM WIB
DKP Pidie Pastikan Bantuan Dapur Garam Tepat Sasaran
Kabid Perikanan Tangkap DKP Pidie Adi Rizka menjelaskan program rehabilitasi dapur garam bantuan KKP RI, Senin (10/8).Waspada.id/ Muhammad Riza
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIGLI (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, memastikan program rehabilitasi dapur garam yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI tahun 2026 telah melalui proses pendataan penerima manfaat.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi garam nasional sekaligus mendukung sarana produksi petani garam di Kabupaten Pidie.

Kabid Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perkanan (DKP) Kabupaten Pidie, Adi Rizka, S.STP, M.Si, mengatakan Pemkab Pidie melalui DKP telah melakukan pendataan penerima manfaat bantuan KKP RI tahun 2026 sebanyak 90 unit rehabilitasi dapur garam.

“Pemkab Pidie melalui DKP sudah melakukan pendataan penerima manfaat bantuan KKP RI tahun 2026 sebanyak 90 unit rehabilitasi dapur garam,” kata Adi Rizka.

Menurut Adi, bantuan tersebut dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah sentra produksi garam. Pada tahap pertama 2026, sebanyak 42 unit dapur garam dibangun di Kecamatan Kota Sigli dan Simpang Tiga.

Sedangkan 48 unit lainnya dibangun di Kecamatan Kembang Tanjong. Dengan demikian, total bantuan rehabilitasi dapur garam dalam program 2026 mencapai 90 unit.

Adi menegaskan, program tersebut merupakan program KKP RI untuk meningkatkan produksi garam nasional. Karena itu, bantuan sarana produksi di daerah diharapkan mampu memperkuat usaha petani sekaligus meningkatkan hasil produksi.

Terkait adanya sorotan mengenai ketepatan sasaran bantuan, Adi mengatakan proses penentuan penerima telah dilakukan melalui pendataan oleh Pemkab Pidie melalui DKP.

Menurutnya, program pemerintah tidak dapat dilihat hanya dari satu tahap bantuan. Sebab, program tersebut dirancang secara bertahap dan akan terus berlanjut pada tahun berikutnya.

“Program ini bertahap. Jangan melihat satu tahap seolah-olah seluruh kebutuhan petani harus selesai dalam satu waktu,” ujarnya.

Ia mengibaratkan program bantuan pemerintah seperti membangun sebuah rumah yang membutuhkan fondasi kuat. Menurutnya, pendataan dan proses penetapan penerima merupakan bagian penting agar bantuan dapat berjalan sesuai program.

“Kalau kita ingin hasilnya baik, tentu harus dimulai dari proses yang baik. Jangan baru melihat satu bagian, kemudian menyimpulkan keseluruhannya,” kata Adi.

Adi menambahkan, petani yang belum mendapatkan bantuan pada tahap 2026 masih berpeluang untuk masuk dalam program lanjutan sesuai hasil pendataan dan ketentuan yang berlaku.

Berlanjut hingga 2027

Adi menjelaskan, bantuan rehabilitasi dapur garam tidak berhenti pada 2026. Program tersebut direncanakan kembali dilanjutkan pada 2027 dengan alokasi sebanyak 75 unit dapur garam.

“Bantuan ini berlanjut sampai 2027 sebanyak 76 unit dapur. Ini akan dibangun di Kecamatan Kota Sigli dan Simpang Tiga,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di Kecamatan Kota Sigli dan Simpang Tiga terdapat sekitar 118 dapur yang digunakan masyarakat untuk proses produksi garam.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Al-Mubaraqah Sira, Tgk Fauzi, berharap bantuan rehabilitasi dapur garam diprioritaskan kepada petani yang kondisi gubuk atau dapur produksinya benar-benar sudah rusak.

“Kami sangat senang mendapat bantuan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah. Namun, kami berharap bantuan ini diberikan kepada petani garam yang memang gubuk produksinya sudah benar-benar hancur. Artinya, kami ingin petani yang kondisinya paling membutuhkan diprioritaskan,” kata Tgk Fauzi.

Ia juga meminta agar tidak ada pilih kasih dalam penentuan penerima bantuan karena hubungan keluarga maupun pertemanan.

“Jangan ada pilih kasih dari pihak terkait di tingkat lokal. Jangan karena ada hubungan keluarga atau pertemanan kemudian diprioritaskan. Kami berharap bantuan ini tepat sasaran dan diberikan kepada petani yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Adi kembali menegaskan bahwa penerima manfaat program 2026 telah melalui proses pendataan oleh Pemkab Pidie melalui DKP.

Dengan adanya program 2026 dan rencana lanjutan 2027, DKP Pidie berharap kebutuhan sarana produksi petani garam dapat dipenuhi secara bertahap.

Program tersebut diharapkan mampu memperbaiki fasilitas produksi, meningkatkan produktivitas petani, serta mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi garam nasional. (id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement