Breaking News
Memuat breaking news...

Dolok Muara Situaon di Sipogu Dihancurkan PETI

Redaksi
Redaksi
Jumat, 18 September 2026 - 10.28 AM WIB
Dolok Muara Situaon di Sipogu Dihancurkan PETI
Dolok Muara Situaon di Desa Sipogu, Kecamatan Batang Natal, yang hancur akibat aktivitas PETI. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABUNGAN (Waspada.id): Kawasan Dolok Muara Situaon, Desa Sipogu, Kecamatan Batang Natal, rusak parah akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Warga mendesak Satgas PETI Mandailing Natal segera menindak para pelaku, mengaku pihak-pihak terkait termasuk wartawan takut menyampaikan keberatan karena pemilik modal memiliki jaringan luas.

Kelima warga didampingi Ketua LSM Merpati Putih Tabagsel, Khairunnisyah, menyampaikan hal tersebut saat menemui wartawan di Panyabungan, Kamis (17/9). Khairunnisyah menjelaskan kerusakan hutan dan amblasan jalan di lokasi tersebut terlihat jelas dari Jalan Besar Batu Sompit menuju Kelurahan Muarasoma.

"Para pemilik modal PETI sudah punya jaringan ke berbagai pihak. Makanya tidak ada yang berani menegur mereka, termasuk wartawan pun takut," ujar Khairunnisyah. Ia mengakui sebagian warga ikut terlibat, namun tidak semua; masih banyak warga yang tidak menginginkan lingkungannya rusak.

Warga meminta Ketua Satgas PETI Mandailing Natal yang juga Wakapolres Madina, Kompol Aris Fianto, tidak hanya menindak di Kotanopan, tetapi juga di Batang Natal dan Linggabayu. "Tertibkan PETI di seluruh wilayah Mandailing Natal," tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Desa Sipogu Akhiruddin dan Plt. Camat Batang Natal Rahmad Zulhaidi belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirim. Plt. Camat menyebut masih menyusun administrasi kantor sejak baru menjabat.(id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement