Dony Oskaria Ajak Kampus Perkuat Riset dan Inovasi untuk Transformasi BUMN


JAKARTA (Waspada.id): Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi nasional menuju Indonesia Maju 2045 memerlukan penguatan empat aspek utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan sumber daya manusia, dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan daya saing bangsa di masa depan.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyiapkan talenta unggul, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menghasilkan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Dony saat menjadi pembicara pada Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Pada hari kedua penyelenggaraan, Sabtu (27/6), Sarasehan sesi ke-5 mengangkat tema Transformasi BUMN dan menjadi ruang dialog antara pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, guru besar, akademisi, serta dunia usaha untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.
Dalam paparannya, Dony menekankan bahwa keberhasilan transformasi BUMN tidak hanya bergantung pada penguatan tata kelola dan bisnis, tetapi juga pada dukungan riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia yang dihasilkan perguruan tinggi. Karena itu, kolaborasi antara BUMN dan kampus perlu terus diperkuat agar hasil riset dan kepakaran akademik dapat dimanfaatkan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
"Saya butuh konsultan, tapi saya maunya dilakukan oleh lokal. Saya maunya universitas yang melakukan proses ini. Konsultannya kalau bisa saya minta universitas yang melakukan research dan lain sebagainya," ujar Dony.
Menurutnya, peluang tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi melalui riset terapan, penyusunan kajian strategis, hingga pengembangan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dalam proses transformasi BUMN.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa transformasi BUMN membuka ruang yang semakin besar bagi sivitas akademika untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan, riset, dan kajian akademik. Guru besar dan akademisi dinilai memiliki kapasitas untuk menghadirkan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan dalam mendukung penguatan BUMN maupun sektor-sektor strategis lainnya.
Dalam sesi diskusi, Dony juga menegaskan bahwa BUMN terbuka memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi melalui program magang mahasiswa, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya.
"BUMN sangat terbuka untuk internship bagi seluruh anak-anak kita," katanya.
Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi mahasiswa sehingga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Semangat tersebut sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi menghadirkan pendidikan, riset, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, serta pembangunan nasional.
Menutup rangkaian Sarasehan sesi ke-5, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa transformasi nasional membutuhkan kontribusi aktif perguruan tinggi sebagai penghasil solusi berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan dunia industri menjadi kunci dalam menghasilkan talenta unggul, riset yang berdampak, inovasi yang bermanfaat, serta rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.(id11)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda