Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Martabe Chicken Farm, Pemerintah Apresiasi PT AR

Redaksi
Redaksi
Rabu, 4 November 2026 - 10.49 PM WIB
Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Martabe Chicken Farm, Pemerintah Apresiasi PT AR
Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyerahkan penghargaan kepada Director External Relations PT Agincourt Resources, Sanny Tjan, di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Waspada.id/ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): PT Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe, mendapat apresiasi dari pemerintah atas keberhasilan Program Martabe Chicken Farm yang mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel).

Martabe Chicken Farm merupakan program agribisnis terintegrasi yang menghubungkan petani jagung dengan peternakan ayam petelur di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Apresiasi Minerba 2026 Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Usaha Pertambangan Mineral dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM tersebut diserahkan Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, kepada manajemen PT AR di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor pertambangan tidak cukup diukur dari besarnya produksi, volume, maupun penerimaan negara, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Apresiasi Minerba 2026 diberikan kepada perusahaan yang membuktikan komitmen pada tiga aspek penting, salah satunya program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM).

“PPM ini tidak hanya dipandang sebagai suatu kewajiban atau bantuan kepada masyarakat. Pemberdayaan masyarakat harus kita canangkan sebagai salah satu investasi sosial yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan, bahkan ketika kegiatan pertambangan telah berakhir,” ujarnya.

Penghargaan diserahkan kepada PT Agincourt Resources (PTAR) saat penutupan Minerba Convex 2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026). PTAR merupakan satu dari 15 badan usaha pertambangan mineral yang menerima Apresiasi Minerba Bidang PPM setelah melalui seleksi administrasi, wawancara, dan verifikasi lapangan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Martabe Chicken Farm, Pemerintah Apresiasi PT AR

Manajemen PT Agincourt Resources berfoto bersama Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno (dua dari kanan), usai menerima penghargaan Apresiasi Minerba 2026 atas Program PPM Martabe Chicken Farm di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Waspada.id/ist)

Director External Relations PT Agincourt Resources, Sanny Tjan, menyambut hangat Apresiasi Minerba Bidang PPM tersebut sembari menekankan bahwa penghargaan itu bukan semata-mata milik perusahaan.

“Apresiasi ini sesungguhnya adalah pengakuan atas kerja keras para petani, peternak, dan masyarakat Tapanuli Selatan yang telah menjadi bagian dari program ini. Bagi kami, penghargaan bukan yang utama. Yang lebih penting adalah bagaimana kami dapat menyiapkan MCF sebagai model kemandirian ekonomi yang tetap berjalan setelah tambang selesai beroperasi,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Dirancang sebagai model bisnis berbasis potensi dan kebutuhan lokal di Tapanuli Selatan, MCF mampu menjawab persoalan yang telah lama dihadapi petani setempat.

Manager Community Development PT Agincourt Resources, Rohani Simbolon, menjelaskan bahwa MCF merupakan percontohan bisnis peternakan terpadu yang dikelola secara bersinergi dan saling menguntungkan dengan sektor lain, seperti pertanian dan pengolahan limbah, dalam satu kawasan dengan sistem yang utuh.

“Selama ini petani bergantung pada tengkulak dan tidak punya kepastian harga. Melalui MCF, kami membangun rantai pasok yang langsung menghubungkan petani jagung dengan peternakan sehingga kedua pihak sama-sama diuntungkan. Ini salah satu model bisnis yang kami bangun bersama masyarakat. Kelak, model bisnis ini bisa direplikasi dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga penerima manfaatnya semakin luas,” katanya.

Kepastian Pasar

MCF menggunakan model contract farming, yakni petani jagung memasok bahan baku pakan langsung ke peternakan ayam petelur tanpa perantara. Petani mendapat kepastian pasar, sedangkan peternakan memperoleh pasokan pakan lokal. Dua sisi rantai pasok yang selama ini terputus kini terhubung.

Hasilnya, delapan petani mencatatkan produksi jagung sebanyak 13.845 kilogram sepanjang Januari hingga September 2026. Pendapatan petani pun naik 31 persen menjadi Rp90,43 juta. Pada periode yang sama, peternakan MCF menghasilkan 188.366 butir telur dengan total pendapatan penjualan Rp327,41 juta.

“Dulu harga jagung kami bisa jatuh tiba-tiba dan kami tidak punya pilihan selain menerimanya. Posisi tawar sangat terbatas, tetapi sekarang ada kepastian. Kami tahu jagung kami akan diserap dan harganya tidak dipermainkan,” ujar Suryadi, petani jagung yang tergabung dalam Kelompok Tani Mulia Bakti, Dusun IV Aek Sirara, Desa Sumuran.

Total 42 orang terlibat dalam ekosistem MCF, mencakup 20 petani jagung, tiga pengelola peternakan, empat siswa SMK pertanian, empat anggota tim pemasaran Bagas Silua, tujuh perwakilan Dinas Pertanian dan Balai Penyuluh Pertanian, serta empat petani milenial.

MCF juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular yang diwujudkan melalui pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik untuk lahan pertanian. Selama Januari hingga Juni 2026, sekitar 29,3 ton kotoran ayam dimanfaatkan untuk memupuk 17,5 hektare lahan, dengan estimasi nilai ekonomi Rp16,3 juta. Ditambah penggunaan energi surya untuk operasional peternakan, program ini berpotensi menurunkan emisi hingga 6,02 ton CO₂e per tahun.

Berdasarkan analisis Social Return on Investment (SROI), dari investasi Rp582 juta, MCF menghasilkan total nilai manfaat sebesar Rp717,74 juta, dengan rasio SROI 1,23. Artinya, setiap Rp1 investasi menghasilkan nilai manfaat sebesar Rp1,23.

Dalam lima tahun ke depan, jumlah petani yang terlibat ditargetkan meningkat dari 20 menjadi 56 orang, dengan produksi telur diproyeksikan mencapai 2,55 juta butir per tahun pada tahun kelima. (Id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement