Breaking News
Memuat breaking news...

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, PLN UID Sumut Resmikan Program Budidaya Jamur Tiram Berbasis Listrik

Redaksi
Redaksi
Senin, 7 September 2026 - 5.42 PM WIB
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, PLN UID Sumut Resmikan Program Budidaya Jamur Tiram Berbasis Listrik
Simbolis Penyerahan Bantuan Program Elektrifikasi Produktif Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2026 di Jalan Bandar Meriah, Desa Suka Maju, Kec. Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

DELI SERDANG (Waspada.id): PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara meresmikan Program Elektrifikasi Produktif Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2026 di Jalan Bandar Meriah, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (7/9).

Program yang dilaksanakan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli tersebut bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Kebaikan. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas, keterampilan, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik dalam proses budidaya dan pengolahan jamur tiram.

Melalui program ini, kelompok penerima manfaat memperoleh dukungan berupa kumbung jamur, rak budidaya, baglog, serta sejumlah peralatan produktif berbasis listrik. Peralatan tersebut antara lain mesin pengaduk media tanam dan mesin pengepres baglog yang dapat membantu proses produksi menjadi lebih cepat, efisien, higienis, dan konsisten.

Selain dukungan sarana dan peralatan, para penerima manfaat juga mendapatkan pembekalan mengenai konsep pemberdayaan masyarakat, manajemen budidaya jamur tiram, serta manajemen pemasaran. Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan kelompok dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, mengatakan bahwa program tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan listrik sebagai penggerak kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

“Melalui Program TJSL PLN Peduli, kami ingin memastikan kehadiran listrik dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Pemanfaatan peralatan berbasis listrik dalam budidaya jamur tiram diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, kualitas hasil, serta pendapatan kelompok penerima manfaat,” ujar Rizky.

Rizky menambahkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari penyaluran bantuan sarana, tetapi juga dari kemampuan kelompok dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kami berharap program ini dapat tumbuh menjadi usaha bersama yang mandiri, membuka peluang kerja, dan menghasilkan produk jamur tiram yang berdaya saing. Kolaborasi antara PLN, Yayasan Sahabat Kebaikan, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat program terus berkembang dan dirasakan secara lebih luas,” tambah Rizky.

Kegiatan tersebut dihadiri Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara Darma Saputra, Pimpinan Yayasan Sahabat Kebaikan H. Wira Putra, S.S., Kepala Desa Sei Mencirim Johan Wahyu, serta tokoh masyarakat Yuda Diliwardana.

Program tersebut melibatkan lima kelompok penerima manfaat, yakni Kampung Jamur Mencirim yang diketuai Nurainun, Kelompok Sukamaju yang diketuai M. Ridwan Effendi, Teman Setia Jamur yang diketuai Muhammad Arif, Alam Tani yang diketuai Latifa Andam Bestari, serta Sukses Tani yang diketuai Riyo Sahputra.

Mewakili kelompok penerima manfaat dan masyarakat, Kepala Desa Sei Mencirim Johan Wahyu, menyampaikan apresiasi kepada PLN UID Sumatera Utara dan Yayasan Sahabat Kebaikan atas bantuan serta pendampingan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Sumatera Utara atas bantuan berupa sarana budidaya, baglog, serta peralatan berbasis listrik ini sangat membantu masyarakat kami menjalankan proses produksi dengan lebih cepat, efisien, dan terarah,” ujar Johan.

Menurut Johan, pelatihan dan pendampingan yang diberikan turut menambah pengetahuan kelompok dalam mengelola budidaya hingga memasarkan hasil produksi.

“Masyarakat kami semakin memahami cara mengelola budidaya, menjaga kualitas hasil panen, dan memasarkan produk. Kami berharap usaha ini terus berkembang, meningkatkan pendapatan anggota, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Melalui program elektrifikasi produktif tersebut, PLN UID Sumatera Utara turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya penyediaan akses energi yang andal, penciptaan pekerjaan layak, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

PLN berharap program ini menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekosistem usaha jamur tiram di Desa Suka Maju dan wilayah sekitarnya, mulai dari proses budidaya hingga pengembangan produk olahan bernilai tambah. Dengan pengelolaan yang konsisten dan berkelanjutan, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang sebagai salah satu sentra budidaya dan pengolahan jamur tiram di Kabupaten Deli Serdang. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement