Breaking News
Memuat breaking news...

Dorong Percepatan Operasional KDMP Untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi Aceh Tamiang Pascabencana Hidrometeorologi

Redaksi
Redaksi
Kamis, 20 Agustus 2026 - 3.24 PM WIB
Dorong Percepatan Operasional KDMP Untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi Aceh Tamiang Pascabencana Hidrometeorologi
Edi Syahputra, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tamiang. (Waspada.id/Yusri)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TAMIANG (Waspada.id): MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tamiang mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama seluruh pemangku kepentingan untuk segera mempercepat operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah selesai dibangun, khususnya di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Pembangunan KDMP jangan berhenti pada pembangunan fisik. Setelah bangunan berdiri, tahap yang jauh lebih penting adalah memastikan fasilitas tersebut segera hidup, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Demikian Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tamiang, Edi Syahputra, ST dalam keterangan diterima Kamis (20/8/2026), dan mengatakan bahwa kondisi pascabencana membutuhkan strategi pemulihan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat kampung.

"KDMP harus segera dioperasionalkan, jangan sampai bangunannya sudah selesai, tetapi aktivitas ekonominya belum berjalan," sebut Edi sembari mengatakan, pascabanjir, masyarakat membutuhkan mesin ekonomi baru yang dekat dengan mereka dan mampu menggerakkan kembali perdagangan, produksi, distribusi, serta usaha masyarakat Kampung.

Edi mengutarakan, bencana hidrometeorologi telah memberikan tekanan terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang. Karena itu, KDMP dapat diarahkan menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi berbasis kampung. MPC Pemuda Pancasila mendorong agar KDMP tidak sekadar menjadi tempat administrasi koperasi, tetapi dikembangkan sesuai potensi masing-masing kampung, antara lain melalui penyediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang wajar dan stabil.

Penyerapan produk dan hasil usaha masyarakat kampung, penguatan UMKM dan usaha produktif pascabencana. Pengembangan rantai distribusi berbasis kampung agar ekonomi tidak sepenuhnya bergantung pada pihak luar da pengelolaan unit usaha yang sesuai potensi lokal, termasuk pertanian, perkebunan, perdagangan, jasa dan kebutuhan ekonomi masyarakat,serta pemanfaatan teknologi dan sistem digital untuk transparansi, pencatatan transaksi dan pengelolaan usaha.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan terhadap KDMP yang bangunannya telah tersedia, kemudian menentukan target waktu operasional yang jelas. "Setiap KDMP idealnya memiliki rencana bisnis sederhana, struktur pengelola yang kompeten, unit usaha prioritas, sumber modal yang jelas, serta mekanisme pengawasan yang transparan," tegas Edi.

Pihaknya mendorong bukan sekadar membuka pintu KDMP, tetapi memastikan ada aktivitas ekonomi di dalamnya, bangunan adalah titik awal, bukan tujuan akhir. "MPC Pemuda Pancasila juga mengingatkan agar percepatan operasional tetap memperhatikan aspek legalitas, tata kelola, akuntabilitas dan kelayakan usaha, sehingga KDMP tidak menjadi beban baru bagi masyarakat maupun pemerintah," ungkapnya.

Edi mengemukakan, pascabencana harus menjadi momentum untuk memperbaiki struktur ekonomi masyarakat Aceh Tamiang agar lebih tangguh menghadapi krisis berikutnya. "Pemkab Aceh Tamiang segera melakukan inventarisasi KDMP yang telah siap digunakan," tegasnya lagi seraya mengatakan, pemerintah kecamatan dan kampung mempercepat koordinasi dengan pengelola KDMP.

Kemudian, pendamping dan instansi terkait memberikan penguatan manajemen serta model bisnis, lembaga keuangan dan dunia usaha didorong membuka akses pembiayaan dan kemitraan yang sehat serta masyarakat kampung dilibatkan sebagai pelaku sekaligus penerima manfaat utama.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan KDMP bukanlah berapa banyak bangunan yang selesai dibangun, tetapi berapa banyak masyarakat yang ekonominya bergerak, usaha yang tumbuh, produk lokal yang terserap, dan pendapatan masyarakat yang meningkat.

MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tamiang siap mendukung percepatan operasional KDMP sebagai bagian dari agenda pemulihan dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana. “Bangunan sudah berdiri, sekarang saatnya ekonomi kampung mulai bergerak," pungkas Edi. (Id76)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement