Breaking News
Memuat breaking news...

Dorong UMKM Naik Kelas, Istri Wabup Simalungun Gandeng PT Japfa Bangun Ekonomi Kerakyatan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 7.47 PM WIB
Dorong UMKM Naik Kelas, Istri Wabup Simalungun Gandeng PT Japfa Bangun Ekonomi Kerakyatan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIMALUNGUN (Waspada.id): Pagi itu, Jumat (21/8/2026), ruang pertemuan di PT Sari Tani Pemuka tidak hanya dipenuhi data dan presentasi. Ada obrolan tentang mimpi: bagaimana warung kecil, kelompok tani, dan pelaku usaha rumahan di Simalungun bisa tumbuh lebih besar.

Ny. Rospita Gusman Sinaga, istri Wakil Bupati Simalungun, datang bersama Erni Frida Simanjuntak. Tujuannya satu: menjajaki kerja sama antara UMKM Masyarakat Agri Usaha Daerah (Marsada) dengan perusahaan besar.

Tempat yang dipilih bukan sembarangan. PT Sari Tani Pemuka merupakan bagian dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, perusahaan yang selama ini dikenal dekat dengan rantai pasok pertanian dan peternakan.

Dari Bertahan ke Naik Kelas

Dalam diskusi bersama manajemen, Ny. Rospita menekankan satu pesan. UMKM jangan hanya bertahan.

“UMKM maju, negara hebat. Daerah harus bangkit,” ujarnya.

Menurutnya, naik kelas tidak cukup hanya dengan semangat. Pelaku usaha butuh tiga hal: dukungan modal, jaringan pemasaran yang luas, dan pemanfaatan teknologi agar produk lokal bisa bersaing.

Ia melihat penguatan UMKM sebagai pondasi ekonomi kerakyatan. Jika usaha kecil hidup, perputaran uang di pasar tradisional ikut berputar. Lapangan kerja terbuka. Anak muda tidak perlu jauh-jauh merantau untuk mencari peluang.

“Ketika UMKM berkembang, masyarakat punya lebih banyak ruang untuk berusaha di tanahnya sendiri,” katanya.

Bukan Sekadar Seremoni

Pertemuan ini tidak berhenti di foto bersama. Pihak PT Sari Tani Pemuka yang hadir antara lain Hendrik Fernanda selaku Head of Unit, Nodisten Saragih Nspitu selaku Commercial Manager, Daud Purba dari Legal & License, Reza Siregar dan Dedy Sihotang dari External Relation, serta Siti Nurzana dari HSE.

Mereka membahas kemungkinan akses bagi UMKM Marsada terhadap bahan baku, pelatihan, hingga saluran distribusi yang selama ini dikuasai perusahaan besar.

Bagi Ny. Rospita, sinergi semacam ini penting agar pelaku usaha lokal tidak berjalan di tempat. Kolaborasi dengan perusahaan besar diharapkan membuka pintu yang selama ini tertutup: permodalan, pembinaan, dan pasar.

Langkah ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai prioritas.

Harapan ke Depan

Di akhir pertemuan, harapan yang mengemuka sederhana. UMKM Marsada dan pelaku usaha lain di Simalungun mendapat ruang yang lebih luas untuk tumbuh, lalu memberi dampak nyata pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tidak ada janji muluk. Yang ada adalah meja diskusi yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Jika sinergi ini berjalan, maka “naik kelas” bukan lagi sekadar slogan. Ia bisa menjadi cerita nyata dari warung ke pabrik, dari desa ke pasar yang lebih besar.(rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement