Breaking News
Memuat breaking news...

Dosen Fakultas Kehutanan USU Lakukan Pemberdayaan Petani Kakao Berkelanjutan Berbasis Agroforestry

Redaksi
Redaksi
Rabu, 8 Juli 2026 - 12.48 PM WIB
Dosen Fakultas Kehutanan USU Lakukan Pemberdayaan Petani Kakao Berkelanjutan Berbasis Agroforestry
Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) lakukan pemberdayaan petani kakao berkelanjutan berbasis agroforestry di zona penyangga Taman Nasional Gunung Leuser. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) lakukan pemberdayaan petani kakao berkelanjutan berbasis agroforestry di zona penyangga Taman Nasional Gunung Leuser, sebagai upaya peningkatan produktivitas sekaligus pelestarian lingkungan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini kolaborasi internasional dilaksanakan pada Senin (6/7) di Dusun II Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melibatkan tim pengabdian dari USU yang diketuai oleh Dr. Nelly Anna, dengan anggota Prof. Dr. Diana Sofia Hanafiah, Dr. Kansih Sri Hartini, Dr. Evalina Herawati, serta Dr. Agr. Faujiah Nurhasanah Ritonga. Kegiatan ini juga menghadirkan mitra internasional dari Universiti Putra Malaysia yaitu Prof. Azlizam Aziz, serta mitra nasional Erna's Eco Farm yang diwakili oleh Ernawati.

Turut hadir dosen-dosen Fakultas Kehutanan USU, yakni Dr. Ma'rifatin Zahra, Dr. Deni Elfiati, dan Novita Anggraini, serta mahasiswa aktif. Kegiatan ini juga didukung oleh jejaring mitra seperti Koperasi Jasa Hutan Untuk Anak (KJHUA), Yayasan Hutan Untuk Anak (YHUA), dan Bukit Lawang Trust. Petani kakao yang terlibat berasal dari Batu Katak, Lau Damak, Timbang Jaya, Sampe Raya, serta wilayah lain di Kecamatan Bahorok.

Rangkaian kegiatan pengabdian meliputi pelatihan budidaya serta pengendalian hama dan penyakit kakao yang disampaikan oleh Dr. Ir. Ahmad Saleh, pelatihan penanganan dan pengelolaan pasca panen oleh Ernawati, serta materi pemasaran kakao oleh Zbinek Hrabek.

"Selain pelatihan, petani juga menerima bantuan bibit kakao TSH 858, durian musang king, alpukat miki, dan matoa, serta berbagai peralatan pendukung seperti kompos, sekop, parang, gunting dahan, kereta sorong, sprayer elektrik, bak penampung hasil panen, alat pengukur suhu fermentasi, dan alat pengering biji kakao," ujar Nelly Anna.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas petani kakao dalam mengembangkan sistem agroforestry yang produktif dan berkelanjutan.

"Setelah kegiatan berlangsung, tim USU juga akan melakukan monitoring secara berkala guna memastikan keberlanjutan program di tingkat petani," tuturnya. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement