Dosen Fakultas Pertanian USU Dan IDNA Dampingi Petani Kopi Samosir Kendalikan Penyakit Tanaman

MEDAN (Waspada.id): Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Indonesia Diaspora Network of the Americas (IDNA) mendampingi petani kopi di Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang berlangsung Kamis (16/7/2026) itu diikuti 30 peserta. Selain penyampaian materi, petani juga mendapat pelatihan dan praktik langsung di kebun kopi milik Sihar Simbolon.
Tim pengabdian dipimpin Prof. Dr. Ir. Tavi Supriana, MS, dengan anggota Prof. Dr. Lisnawita, S.P., M.Si. dan Triwanto Nababan, S.P., M.Agr. Turut hadir Dani sebagai perwakilan IDNA, serta Sugono dan Syahnen sebagai narasumber lapang.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan hama dan penyakit tanaman kopi, gejala serangan, hingga langkah penanganannya. Petani juga diajarkan mengidentifikasi tanaman yang mengalami gangguan serta menentukan bagian tanaman yang perlu dipangkas.
Usai penyuluhan, peserta langsung mempraktikkan pemangkasan daun dan bagian tanaman yang mengalami gangguan. Batang kopi yang sudah tidak produktif juga dipangkas untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan tanaman yang lebih sehat.
Tim kemudian memperagakan aplikasi Trichoderma pada tanaman kopi. Aplikasi dilakukan dengan membuat lubang melingkar di sekitar tanaman pada area perakaran, kemudian Trichoderma dimasukkan ke dalam lubang tersebut.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Tavi Supriana, MS, mengatakan pendampingan tersebut dirancang agar petani tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkan teknik perawatan tanaman secara mandiri.
“Melalui identifikasi tanaman, pemangkasan bagian yang mengalami gangguan maupun sudah tidak produktif, serta aplikasi Trichoderma, kami berharap petani dapat merawat tanaman secara lebih tepat, menekan risiko penyakit, dan menjaga produktivitas kopi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian menyerahkan 250 kilogram Trichoderma kepada petani untuk dimanfaatkan dalam pengelolaan kesehatan tanaman kopi.
Sihar Simbolon, petani sekaligus pemilik kebun lokasi praktik, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan membantu petani memahami langkah-langkah perawatan tanaman kopi secara lebih jelas dan praktis.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap persoalan hama dan penyakit serta menurunnya produktivitas tanaman kopi yang sudah berusia tua di Desa Sarimarihit. Melalui penyuluhan, pendampingan teknis, dan praktik lapangan, petani diharapkan semakin mampu menjaga produktivitas dan kualitas kopi Samosir.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026. Program ini juga mendukung SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Poto: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian USU bersama petani saat melakukan praktik pengendalian hama dan penyakit tanaman kopi di Desa Sarimarihit, Samosir. (wsp.id)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda