Dosen UGN Dorong Pelestarian Bahasa Daerah Melalui Booklet DigitalDosen UGN Dorong Pelestarian Bahasa Daerah Melalui Booklet Digital

TAPSEL (Waspada.id): Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Graha Nusantara (UGN) sukses melaksanakan program bertajuk "Revive Our Roots!: Pendampingan Booklet Digital Kekerabatan Mandailing–Angkola–Padang Bolak sebagai Penggerak Literasi Bahasa Daerah" di SMP Negeri 4 Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu (22/7) - Kamis (23/7/2026), dan secara resmi dibuka oleh Kepala SMP Negeri 4 Angkola Timur.
Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Program ini bertujuan memperkuat literasi bahasa daerah melalui pemanfaatan teknologi digital, sekaligus melestarikan sistem kekerabatan Mandailing–Angkola–Padang Bolak yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Tapanuli Selatan.
Kegiatan diikuti oleh 16 peserta, yang terdiri atas guru dan tenaga pendidik SMP Negeri 4 Angkola Timur.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya pelestarian bahasa daerah, pengenalan sistem kekerabatan (partuturan), penyusunan konten literasi budaya, hingga praktik pembuatan dan pemanfaatan booklet digital sebagai media pembelajaran berbasis teknologi.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala SMP Negeri 4 Angkola Timur, Syahrijal Rambe, menyampaikan apresiasi kepada tim PKM atas kepercayaan menjadikan sekolah tersebut sebagai mitra pengabdian.
Menurutnya, program ini memberikan solusi nyata dalam menjawab tantangan pembelajaran bahasa daerah yang selama ini masih didominasi oleh media konvensional.
Kehadiran booklet digital diharapkan mampu meningkatkan minat belajar peserta didik sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah derasnya arus digitalisasi.
Ketua tim pelaksana, Erni Rawati Sibuea, dari Universitas Graha Nusantara, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan pelestarian budaya dengan inovasi teknologi pendidikan.

Melalui booklet digital yang interaktif, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran bahasa daerah yang lebih menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital saat ini.
"Pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya melalui dokumentasi, tetapi harus dihidupkan kembali dalam proses pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Melalui booklet digital ini, kami berharap guru memiliki media yang inovatif sekaligus mampu menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap budaya daerahnya," ujarnya.
Tim pelaksana kegiatan ini juga terdiri atas Elnila Caniago, dari Universitas Graha Nusantara dan Mila Nirmala Sari Hasibuan, dari Universitas Labuhanbatu yang turut mendampingi peserta selama pelaksanaan pelatihan dan pendampingan.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik, diskusi, pendampingan, dan evaluasi penyusunan booklet digital.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, mulai dari penyusunan konten budaya lokal hingga pengembangan media pembelajaran digital yang siap digunakan di kelas.
Melalui kegiatan ini, tim PKM berharap SMP Negeri 4 Angkola Timur dapat menjadi salah satu sekolah percontohan dalam pengembangan literasi budaya digital di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menjaga kelestarian bahasa dan budaya Mandailing–Angkola–Padang Bolak bagi generasi mendatang.(Id45)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda