Breaking News
Memuat breaking news...

Dosen Unimed Inovasi Kriya Eco-Print 8 Etnis Sanggar Pendopo Berbasis QR-Code

Redaksi
Redaksi
Rabu, 19 Agustus 2026 - 8.54 PM WIB
Dosen Unimed Inovasi Kriya Eco-Print 8 Etnis Sanggar Pendopo Berbasis QR-Code
Tim PKM Unimed foto bersama mitra pengabdian. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Menggabungkan seni tradisi, teknologi tepat guna, dan sentuhan digital, Tim Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) tergerak mendampingi para pengrajin di Sanggar Seni Pendopo, Kabupaten Deliserdang.

Melalui Program Insentif Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset (PISN) 2026 dari DRTPM Kemendiktisaintek, tim dosen menghadirkan inovasi kriya Eco-Print bermotif Ornamen 8 Etnis Sumatera Utara yang dilengkapi teknologi Smart Tagging berbasis QR-Code.

Tim PISN Unimed ini diketuai Dr.M. Oky Fardian Gafari, M.Hum. dengan anggota Dr. Wahyu Triatmojo, M.Sn., M. Anggi Januarsyah Daulay, M.Hum., dan Ayu Nadira Wulandari, M.I.Kom. serta didukung oleh mahasiswa program MBKM.

Seluruh rangkaian program ini dijalankan secara kolaboratif bersama Pimpinan Sanggar Seni Pendopo, Waritri Mumpuni, dan Perwakilan dari LPPM Unimed

Ketua Tim Pengabdian,Rabu (19/8) menjelaskan bahwa pendampingan ini difokuskan untuk menjawab tiga tantangan utama mitra: menjaga kepakeman motif tradisional, menghentikan pencemaran limbah cair kimia, serta membuka akses pasar digital.

"Kami menerapkan Master Desain Ornamen 8 Etnis Sumatera Utara yang ditautkan pada canting cap tembaga custom. Hasilnya, distorsi motif bisa ditekan hingga nol persen. Kerapian dan nilai filosofis motif adat tetap terjaga presisi sesuai pakem kebudayaan," terangnya di Medan, kemarin.

Tak hanya pelestarian motif, tim PISN 2026 juga merombak alur produksi dengan menyerahkan peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Mesin Steamer Industrial Stainless 304, Overhead Stirrer Mixer Digital, dan Rak Pengering Stainless. Pemanfaatan mesin pengukus modern ini terbukti mempercepat proses fiksasi warna kain hingga tiga kali lebih cepat dibanding metode konvensional.

Inovasi ini juga ramah lingkungan karena mengadopsi teknik Eco-Print berbahan dedaunan lokal dan ekstrak pewarna alam. Langkah ini otomatis menghentikan potensi pembuangan puluhan liter limbah cair sintetis per bulan (zero chemical waste).

Menariknya, setiap produk kriya yang dihasilkan kini memiliki "identitas digital".

Melalui Smart Tagging, label QR-Code disematkan pada setiap produk kain dan busana. Saat dipindai dengan smartphone, pembeli dapat langsung menikmati Digital Storytelling yang mengulas sejarah, filosofi Ornamen 8 Etnis (Batak Toba, Karo, Mandailing, Simalungun, Pakpak, Angkola, Melayu, dan Nias), hingga cerita di balik pembuatan produk oleh pengrajin.

Pimpinan Sanggar Seni Pendopo, Ibu Waritri Mumpuni, menyambut hangat hadirnya program ini.

"Bantuan mesin TTG dan pelatihan digital dari tim PISN sangat dirasakan manfaatnya. Proses kerja jadi jauh lebih cepat, ramah lingkungan, dan produk kami punya nilai jual lebih tinggi karena pembeli bisa langsung belajar budaya lewat kode QR," ungkap Waritri.

Rangkaian kegiatan PISN 2026 yang telah berjalan mencakup sosialisasi, penyerahan mesin TTG, workshop teknis pewarnaan alami, pelatihan pembuatan QR-Code, hingga penyusunan poster dan publikasi ilmiah. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut secara mandiri sehingga Sanggar Seni Pendopo makin berdaya dan menjadi pilar pelestarian budaya daerah berbasis ekoteknologi digital. (Wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement