Dosen Unimed Tingkatkan Kompetensi Guru MGMP Kimia Binjai Kembangkan Aplikasi Android Berbasis AI

MEDAN (Waspada.id): Program pendampingan pengembangan aplikasi android berbasis artificial intelligence (AI) untuk mendukung pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Guru MGMP Kimia SMA Kota Binjai berhasil meningkatkan kompetensi guru sekaligus menghasilkan satu produk aplikasi Android pembelajaran kimia berbasis AI.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui pendanaan Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Binjai ini memberikan pengalaman langsung kepada guru dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung proses pembelajaran. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga didampingi untuk mempraktikkan pengembangan media pembelajaran hingga menghasilkan produk yang dapat digunakan melalui smartphone.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Rata-rata kemampuan peserta meningkat dari 6,48 sebelum pelatihan menjadi 9,33 setelah mengikuti pendampingan. Tingkat ketuntasan peserta juga meningkat secara signifikan hingga mencapai 93,94 persen, melampaui target keberhasilan yang telah ditetapkan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendampingan yang diberikan mampu membantu guru memahami dan mempraktikkan pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Guru menjadi lebih terbiasa menggunakan AI untuk membantu menyusun materi, mengembangkan soal berorientasi HOTS, serta mengemas konten pembelajaran dalam bentuk media digital.
Berhasil Menghasilkan Aplikasi Android
Hal yang menjadi capaian penting dalam kegiatan ini adalah berhasilnya guru menghasilkan satu aplikasi Android pembelajaran kimia berbasis AI. Aplikasi tersebut saat ini telah memuat lima paket materi pembelajaran yang disertai gambar, video, aktivitas belajar, serta soal-soal yang mendukung keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik.
Pengembangan aplikasi dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan konten dengan bantuan AI, pengemasan materi dalam media digital menggunakan Google Sites, hingga mengubah media tersebut menjadi aplikasi Android.
Dengan adanya aplikasi ini, guru memiliki alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan melalui smartphone. Produk tersebut juga menjadi bukti bahwa pendampingan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi mendorong guru untuk menghasilkan karya yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam pembelajaran.
Ketua Pelaksana PkM, Mutia Ardila, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme guru selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, keberhasilan menghasilkan aplikasi Android merupakan langkah positif dalam mendorong guru untuk semakin kreatif memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.
“Terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program BIMA Tahun 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan, MGMP Kimia SMA Kota Binjai, SMA Negeri 2 Binjai, seluruh peserta, serta tim pelaksana yang telah mendukung kegiatan ini. Kami berharap aplikasi yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi pembelajaran kimia di sekolah,” ujarnya.
Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi guru MGMP Kimia SMA Kota Binjai untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan AI dan teknologi digital. Dengan kompetensi yang semakin baik dan tersedianya aplikasi Android pembelajaran, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran kimia yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.(wsp.id)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda