DPRK Abdya Minta Proyek Tanggul Krueng Baru Dikaji Ulang


BLANGPIDIE (Waspada.id): Ketua DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Roni Guswandi, meminta tim teknis mengkaji ulang dampak pembangunan tanggul Krueng Baru yang melintang dan memotong aliran sungai, terutama terhadap jaringan irigasi intake yang menopang kebutuhan pertanian masyarakat Manggeng Raya, meliputi Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil, serta keselamatan jembatan akses nasional.
Kepada Waspada.id, Senin (12/10), Atok Roni menguraikan bahwa pembangunan infrastruktur patut didukung. Namun, aspek keselamatan dan dampaknya terhadap infrastruktur lain tidak boleh diabaikan.
Apalagi, dampak pembangunan tanggul disebut-sebut mengancam pilar penyangga jembatan nasional. Jembatan Krueng Baru merupakan jalur strategis penghubung lintas provinsi yang telah berusia puluhan tahun.
“Jika kondisi di lapangan benar demikian, kita meminta tim teknis mengkaji ulang persoalan ini secara menyeluruh. Kita mendukung pembangunan, tetapi dampaknya terhadap lingkungan dan infrastruktur di sekitarnya harus diperhitungkan,” tegasnya.
Atok Roni, yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Abdya, mengingatkan bahwa apabila kondisi tanggul berdampak terhadap pilar jembatan maupun jaringan irigasi intake, akibatnya bisa meluas dan merugikan masyarakat di luar wilayah Abdya.
Senada dengan itu, tokoh muda Abdya, Juli Nardi, mantan anggota DPRK Abdya dua periode (2014–2019 dan 2019–2024) dari Partai Hanura, menegaskan pentingnya langkah antisipatif untuk mencegah dampak yang lebih besar.
Menurutnya, perhatian utama harus diberikan pada keamanan jaringan irigasi intake Krueng Baru yang menyangkut hajat hidup petani di Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil.
Gangguan terhadap jaringan pengairan tersebut berpotensi menghambat aktivitas pertanian sawah dan perkebunan, sekaligus mengancam produktivitas petani dan ketahanan pangan daerah.
Karena itu, ia meminta tim teknis memeriksa kondisi tanggul, aliran sungai, pilar jembatan, serta bangunan intake irigasi secara menyeluruh sebelum menentukan langkah penanganan.
“Jangan sampai persoalan ini dibiarkan hingga menimbulkan dampak yang lebih besar. Jaringan irigasi menyangkut kehidupan banyak orang, sehingga keselamatan infrastruktur dan kepentingan petani harus menjadi prioritas,” demikian penegasan Juli.
Keduanya berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi teknis secara komprehensif dengan memastikan keamanan jembatan dan keberlanjutan fungsi irigasi bagi masyarakat Manggeng Raya. (id82)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda