Dr Amir Khalis: Kemajuan Teknologi Jangan Membuat Umat Islam Lalai Beribadah


ACEH BESAR (Waspada.id): Umat Islam hendaknya tidak terlena oleh kemegahan dunia dan melupakan kehidupan akhirat. Kemajuan teknologi dan perubahan peradaban mestinya menjadi sarana meningkatkan kualitas kehidupan, bukan alasan mengabaikan ibadah dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Ketua Mahkamah Syar'iyah Kota Banda Aceh, Dr. Amir Khalis menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Al Jihad, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Jumat (30/10/2026), bertepatan dengan 19 Jumadil Awal 1448 Hijriah.
Khutbah bertema “Janji Allah SWT bagi Orang yang Bertakwa dalam Al-Qur’an” itu mengajak umat Islam menjadikan ketakwaan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Dia menjelaskan, perkembangan dunia yang begitu pesat mendorong manusia berlomba-lomba mengejar kemewahan dan kenikmatan hidup. Persaingan yang tidak terkendali bahkan dapat memicu sikap saling menjatuhkan, iri hati, dan dengki sehingga manusia kehilangan fokus dalam mempersiapkan bekal menuju akhirat.
Kondisi tersebut, menurutnya, sejalan dengan peringatan Allah Swt dalam Surah At-Takatsur ayat 1 yang menjelaskan bahwa bermegah-megahan telah melalaikan manusia.Padahal, kehidupan dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat bersifat kekal.
Karena itu, umat Islam perlu menempatkan dunia secara proporsional, yakni memanfaatkannya untuk berbuat kebaikan tanpa melupakan tujuan akhir kehidupan.
Amir Khalis juga mengingatkan, kenikmatan akhirat jauh melampaui keindahan dunia. Dia merujuk Surah Al-Waqi’ah ayat 35–37 yang menjelaskan penciptaan bidadari surga dalam keadaan istimewa, sebagai gambaran tentang kenikmatan yang disediakan Allah Swt bagi hamba-hamba pilihan-Nya.
Namun, kenikmatan surga bukan diperuntukkan bagi orang yang menyombongkan diri atau melakukan kerusakan di bumi. Dalam Surah Al-Qashash ayat 83, Allah Swt menegaskan, negeri akhirat disediakan bagi orang-orang yang tidak menghendaki kesombongan dan kerusakan di bumi. Kesudahan yang baik menjadi milik orang-orang bertakwa.
Lebih lanjut, Amir Khalis menjelaskan janji Allah Swt melalui Surah Ghafir ayat 7–9. Ayat-ayat tersebut menggambarkan para malaikat pemikul Arasy dan malaikat di sekelilingnya yang senantiasa bertasbih serta memohonkan ampunan bagi orang-orang beriman.
Dalam doa tersebut, para malaikat memohon agar Allah Swt mengampuni orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan-Nya, melindungi mereka dari azab neraka, dan memasukkan mereka ke dalam surga ‘Adn sebagaimana yang telah dijanjikan.
Doa itu juga mencakup keluarga orang-orang beriman yang saleh, termasuk orang tua, pasangan, dan keturunan mereka. Hal ini menunjukkan pentingnya membangun ketakwaan tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dalam kehidupan keluarga.
Selain memohon ampunan dan surga, para malaikat turut memohon agar orang-orang beriman beserta keluarga mereka dilindungi dari berbagai keburukan. Perlindungan tersebut merupakan bagian dari rahmat Allah Swt yang mengantarkan manusia kepada keselamatan dan kemenangan hakiki.
Menurutnya, kemenangan sejati bukan semata-mata keberhasilan meraih kedudukan, kekayaan, atau kemegahan dunia. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang memperoleh ampunan Allah Swt, terhindar dari azab neraka, dan mendapat tempat di surga-Nya.
Karena itu, keimanan, pertobatan, dan ketakwaan perlu diwujudkan melalui amal saleh serta dijaga secara istiqamah. Janji Allah Swt hendaknya menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Menutup khutbahnya, Amir Khalis mengajak jamaah mensyukuri nikmat iman dan terus istiqamah dalam beribadah.
Dia berharap setiap Muslim mampu menjalani kehidupan dengan berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an, sehingga pada akhir hayatnya memperoleh rida Allah Swt dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.
“Dengan demikian, ketakwaan bukan hanya berupa pengakuan lisan, namun harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kesungguhan menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya,” pungkasnya.(id66)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda