Dr Hamka Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter Dan Pola Belajar MenyenangkanDr Hamka Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter Dan Pola Belajar Menyenangkan

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum datangi SMA Negeri 2 Padangsidimpuan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar semangat belajar dan tidak menjadikan belajar sebagai beban perjalanan hidup, Selasa (21/7/2026).
Kedatangan Dr.Hamka, M.Hum di sekolah favorit yang telah banyak melahirkan generasi sukses, baik di pemerintahan maupun swasta, disambut hangat Plt. Kepala SMA Negeri 2 Padangsidimpuan, Juli Damayanti Siregar, S.Pd, bersama Wakasek, guru dan siswa.
Dalam paparan dihadapan siswa dan guru, Dr.Hamka menjelaskan bahwa konsep pembelajaran yang baik dalam mendidik dan membimbing siswa harus terukur agar melahirkan generasi cerdas "Belajar itu harus menyenangkan, learning is fun," ucapnya.
Menurutnya, belajar bukan hanya dibangku pendidikan saja, karena banyak hal disepanjang perjalanan hidup yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran.
Bahkan ia mengajak para siswa merefleksikan pengalaman masa sekolah dan kembali menegaskan bahwa aktivitas belajar merupakan proses tanpa henti atau long life education.
"Setiap hari kita akan belajar. Ke mana pun kita melangkah, di situlah proses belajar berlangsung," jelas Dr.Hamka sambil memberikan gambaran bahwa orang yang cerdas akan belajar untuk berbuat dan berkarya lebih baik.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang harus berkembang secara seimbang.
Lebih jauh, ia mengingatkan nilai abadi yang diwariskan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara: Ing ngarso sung tulodho, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani. Ia juga menegaskan satu pesan kunci: “Semua ilmu dapat digantikan, kecuali karakter.”
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hamka juga mengingatkan pentingnya filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, Ing ngarso sung tulodho, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani, sebagai pedoman membangun generasi yang mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus pemberi semangat.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karakter tetap menjadi fondasi utama yang tidak tergantikan. "Semua ilmu dapat digantikan, kecuali karakter," tegasnya, yang disambut tepuk tangan siswa.
Suasana semakin interaktif ketika memasuki sesi dialog. Siswi kelas XII, Reni Mahyuni Harahap, meminta kiat belajar yang efektif. Menjawab pertanyaan tersebut, Dr. Hamka menjelaskan bahwa proses belajar yang baik harus diawali dengan rasa ingin tahu melalui pertanyaan mendasar: apa, mengapa, siapa, dan bagaimana.
Ia juga mendorong para siswa untuk terus memperbaiki metode belajar sesuai perkembangan kemampuan. "Siswa kelas X harus mulai terbiasa menganalisis dan mengevaluasi.Sesngka siswa kelas XI dan XII perlu meningkatkan kemampuan berkreasi sebagai bekal menghadapi dunia perguruan tinggi maupun dunia kerja," tuturnya.
Menjawab pertanyaan tentang kesiapan menghadapi Indonesia Emas 2045 disampaikan oleh Salsabila Harahap. Dr. Hamka menekankan bahwa generasi muda harus menguasai keterampilan digital, memiliki karakter yang kuat dan berintegritas, menjaga kesehatan fisik maupun mental, serta aktif menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat.
"Kemajuan bangsa akan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku perubahan yang membawa manfaat bagi banyak orang," pesannya. (id46)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda