Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Dua Siswa SMAN Plus Sipirok Lolos IPDN dan STAN 2026

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 7 November 2026 - 4.19 PM WIB
Dua Siswa SMAN Plus Sipirok Lolos IPDN dan STAN 2026
Alumni SMN 2 Plus Sipirok, Al Hafiz Pratama dan Muhammad Fazri Ritonga lolos seleksi IPDN dan STAN Tahun 2026. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Prestasi membanggakan kembali ditorehkan alumni SMAN 2 Plus Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dua siswanya berhasil menembus seleksi sekolah kedinasan bergengsi tahun 2026 yakni di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN.

Kedua siswa cerdas dan berprestasi yang telah mengharumkan nama SMAN 2 Plus Sipirok itu adalah Al Hafiz Pratama yang dinyatakan lulus seleksi IPDN Tahun 2026 dan Muhammad Fazri Ritonga yang berhasil lolos seleksi PKN STAN di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Berdasarkan pengumuman hasil seleksi penerimaan IPDN 2026 sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor IPDN Nomor 800.1.2.8-444 Tahun 2026 tertanggal 6 November 2026, sebanyak 74 calon praja asal Sumatera Utara dinyatakan lulus.

Salah satu di antaranya adalah Al Hafiz Pratama, alumni SMAN Plus Sipirok, Tapanuli Selatan. Berdasarkan hasil pembobotan nilai, Al Hafiz meraih skor 76,7665 dan menempati peringkat ke-70.

Al Hafiz Prataman yang merupakan putra pasangan Doni Suhendra dan Nur Ainun, warga Kelurahan Lingkungan V, Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bola, Kabupaten Padang Lawas Utara (Plauta).

Ayahnya, Doni Suhendra, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan sang anak. Menurutnya, Al Hafiz bukan hanya dikenal rajin dan tekun belajar, tetapi juga memiliki kepribadian serta akhlak yang patut diteladani.

"Selama di sekolah, Hafiz bukan hanya pintar dan tekun belajar, tetapi juga memiliki akhlak yang sangat baik. Dia taat beribadah, bersahaja, serta selalu sopan kepada guru maupun teman-temannya," ungkap Doni.

Ia menambahkan, Al Hafiz juga dikenal disiplin, ulet, dan pantang menyerah ketika menghadapi tugas maupun tantangan berat. "Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa ketekunan belajar, kedisiplinan, akhlak yang baik, serta doa dan dukungan keluarga dapat menjadi modal penting dalam meraih cita-cita," tuturnya.

Ia berharap keberhasilan Al Hafiz Pratama lolos seleksi masuk IPDN menjadi langkah awal bagi anaknya untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dengan penuh tanggung jawab dan amanah.

Hafiz Qur'an

Sedangkan Muhammad Fazri Ritonga, alumni SMAN 2 Plus Sipirok dinyatakan lolos seleksi nasional sekolah kedinasan tahun 2026 pada Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, sebagaimana diumumkan melalui hasil seleksi nasional sekolah kedinasan yang diselenggarakan Kementerian Keuangan.

Kabar kelulusan Muhammad Fazri Ritonga pada sekolah kedinasan tersebut disambut penuh rasa syukur dan bahagia oleh kedua orang tuanya, Sakti Halomoan Ritonga dan Nurasiah Siregar. Muhammad Fazri sendiri tercatat sebagai salah satu alumni SMAN 2 Sipirok yang hafiz Qur'an.

Menurut mereka, Muhammad Fazri merupakan sosok anak yang memiliki kepribadian baik, tulus, ramah, serta senantiasa menghormati orang lain. Ia dikenal murah senyum, sopan kepada siapa pun, dan selalu siap membantu tanpa mengharapkan imbalan.

Dalam bidang akademik, Fazri juga dikenal rajin dan tekun belajar. Ia tidak mudah menyerah dalam mendalami ilmu pengetahuan. Kedisiplinannya terlihat dari kebiasaan datang tepat waktu serta kemampuannya mengatur waktu antara kegiatan sekolah, ibadah, dan persiapan menghadapi ujian.

Hal yang juga membanggakan, di tengah kesibukan akademiknya, Fazri tetap menjaga kecintaannya terhadap Al-Qur'an. Ia merupakan seorang hafiz Al-Qur'an yang terus berupaya menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kepala SMAN 2 Plus Sipirok, Akhiruddin Hrp, S.Sos, M.Pd, Jumat (20/2/2026), mengatakan keberhasilan Al Hafiz dan Fazri menembus dua sekolah kedinasan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan almamater SMAN Plus Sipirok.

"Lebih dari sekadar pencapaian akademik, prestasi keduanya memberikan pesan bahwa kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan akhlak, kedisiplinan, integritas, dan keteguhan dalam menjalankan nilai-nilai agama," katanya.

Menurutnya, keberhasilan Al Hafiz Pratama dan Muhammad Fazri Ritonga lolos seleksi IPDN dan STAN menjadi salah satu bukti bahwa proses pendidikan dan pembinaan yang diterapkan SMAN 2 Plus Sipirok mampu mengantarkan peserta didik meraih peluang pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh siswa SMAN 2 Plus Sipirok untuk meningkatkan kedisiplinan, kesungguhan belajar, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan memasuki perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan.

Akhiruddin berharap, Keduanya diharapkan mampu menjalani pendidikan kedinasan dengan baik serta kelak menjadi generasi muda yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement