Duta Sukma Bangsa, Menyemai Literasi Merawat Persahabatan


PIDIE (Waspada.id): Dari lembaran buku tumbuh pengetahuan, dari persahabatan bersemi kepedulian, dan dari lingkungan lahir kesadaran menjaga kehidupan. Tiga nilai itulah yang dirajut Sekolah Sukma Bangsa Pidie melalui Bootcamp dan Penganugerahan Duta Sekolah 2026, yang berlangsung di Aula Samsu Rizal Panggabean, Sabtu (31/10/2026).
Penganugerahan tersebut merupakan puncak rangkaian Bootcamp Duta Sekolah selama lima hari, sejak 26 hingga 30 Oktober 2026. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Pidie, Turno Junaidi, SKM., MKM.
Penghargaan diberikan kepada siswa tingkat SD, SMP, dan SMA yang menunjukkan komitmen serta keteladanan dalam mengembangkan tiga bidang utama, yakni literasi, persahabatan, dan lingkungan.
Untuk tingkat SMA, Duta Literasi diraih Khairul Umuri dan Silmi Azkia. Duta Persahabatan diberikan kepada Salwa Safira Mahdi dan Lionel Liu, sedangkan Duta Lingkungan diraih Faris Adzaki dan Akila Amira Dewi Harahap.
Pada tingkat SMP, Duta Literasi diraih Syafikah Azura, Duta Persahabatan Dhia Farah Azhar, dan Duta Lingkungan Puan Tanzilal Wahyudi. Sementara tingkat SD, Duta Literasi diberikan kepada Al Kahri Arial Putra dan Siti Zafirah Alzena.
Sebelum penganugerahan, para peserta mengikuti beragam pembekalan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan kepercayaan diri.
Materi yang diberikan meliputi literasi digital, public speaking, workshop menulis cerita pendek, kepemimpinan, critical thinking, penyusunan visi dan misi, hingga table manner.
Peserta juga mengikuti kegiatan membaca nyaring, diskusi, serta berbagi pengalaman bersama Duta SMA melalui pertemuan daring. Seluruh kegiatan dirancang secara interaktif dan kolaboratif agar siswa mampu mengenali potensi diri sekaligus belajar bekerja sama.
Penanggung jawab kegiatan Duta Sekolah, Rahmawati, yang juga Wakil Kepala SMA Sukma Bangsa Pidie, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga berlatih merancang kegiatan, bekerja sama, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan,” ungkap Rahmawati.
Menurutnya, proses merancang dan melaksanakan kegiatan merupakan ruang belajar berharga untuk membangun kepemimpinan, kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab.
Ia berharap pengalaman selama bootcamp menjadi bekal bagi para duta untuk terus berkembang dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui program tersebut, para duta diharapkan menjadi penggerak budaya membaca, penjaga keharmonisan antarsiswa, serta pelopor kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian kegiatan juga dirangkai dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai simbol regenerasi kepemimpinan.
Momentum tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami arti tanggung jawab, kolaborasi, dan keberlanjutan program.
Dari ruang kelas menuju ruang pengabdian, Sekolah Sukma Bangsa Pidie berupaya menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter, bersahabat, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. (id69)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda