Edi Obama: Musyawarah Almuslim Harus Bermartabat, Aset Wakaf Wajib Transparan


BIREUEN (Waspada.id): Menjelang berakhirnya masa kepengurusan Yayasan Almuslim Peusangan Raya, tokoh masyarakat Edi Saputra, yang akrab disapa Edi Obama, mengajak seluruh masyarakat menyikapi keberlanjutan kepemimpinan yayasan warisan para ulama dengan kedewasaan, keikhlasan, dan semangat persaudaraan.
Edi menegaskan bahwa Musyawarah Almuslim (Muslim) yang akan datang harus menjadi forum yang bermartabat, dengan menghormati hak para pemilik mandat dan suara sah dalam menentukan masa depan yayasan.
"Masa kepengurusan saat ini sudah di penghujung jalan. Mari kita sambut Muslim dengan lapang dada. Siapa pun yang dipercaya nantinya, keputusan harus lahir melalui mekanisme organisasi dan musyawarah yang sah," ujar Edi Obama.
Transparansi Aset Wakaf Adalah Hak Umat
Edi menegaskan bahwa kepeduliannya terhadap Yayasan Almuslim bukan didasari ambisi jabatan, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga harta wakaf milik umat.
"Masyarakat berhak mengetahui di mana aset-aset yayasan berada, berapa penghasilannya setiap bulan dan tahun, serta bagaimana hasilnya digunakan dan dipertanggungjawabkan. Harta wakaf harus dikelola secara transparan, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi umat," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa seruan ini juga merupakan aspirasi dari para pemilik mandat dan suara sah yang menitipkan kegelisahan mereka, karena sebagian belum merasa leluasa menyuarakannya secara langsung.
Jangan Takut Menyampaikan Kebenaran
Edi mengajak masyarakat agar tidak membiarkan rasa takut membungkam kepedulian terhadap amanah umat.
"Jangan takut bertanya, jangan takut mengingatkan, dan jangan takut menyampaikan kebenaran selama dilakukan dengan santun, beradab, dan berdasarkan fakta. Menjaga amanah bukanlah permusuhan, melainkan tanggung jawab kita bersama," kata Edi lagi.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan tentang siapa yang berkuasa, melainkan bagaimana harta wakaf dikelola secara benar dan transparan. "Harta wakaf ini bukan milik pribadi ataupun kelompok tertentu. Ini adalah amanah yang harus dijaga demi kepentingan umat dan generasi mendatang," tambahnya.
Pendidikan Anak Kurang Mampu Jadi Prioritas
Edi menitipkan harapan kepada kepengurusan mendatang agar hasil pengelolaan aset wakaf dirasakan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan. Dua hal yang menjadi prioritas utama: beasiswa dan pendidikan gratis bagi anak kurang mampu serta anak yatim, dan keringanan biaya pendidikan di Pesantren Almuslim bagi warga Peusangan Raya.
"Harta wakaf harus menjadi jalan kebaikan bagi umat. Jangan sampai anak-anak yang memiliki semangat belajar kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan ekonomi," ucapnya.
Harus Disikapi Dengan Kedewasaan
Menanggapi dukungan dari para tokoh mukim dan, Edi mengimbau agar aspirasi ini tidak dipandang sebagai perlawanan. Perbedaan pendapat harus disikapi dengan kedewasaan, bukan dengan intimidasi, fitnah, atau teror.
"Jika kita yakin telah berjalan di jalan yang benar, mari tunjukkan melalui keterbukaan dan pertanggungjawaban, bukan dengan menumbuhkan ketakutan. Jabatan hanyalah titipan sementara, sedangkan pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT akan tetap melekat pada diri kita," tuturnya.
Edi menegaskan niatnya tulus untuk menjaga amanah, bukan mengejar kedudukan. "Jika pengelolaan harta wakaf sudah transparan dan benar, selesailah tugas saya. Semua saya kembalikan kepada nurani masyarakat Peusangan Raya untuk menilai dengan bijaksana," demikian Edi Obama. (Id73)
Berita Terkait





































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda