Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Ekonomi Sumut Tumbuh 4,86 Persen, PDRB Capai Rp352,04 Triliun

Redaksi
Redaksi
Jumat, 6 November 2026 - 7.10 AM WIB
Ekonomi Sumut Tumbuh 4,86 Persen, PDRB Capai Rp352,04 Triliun
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Perekonomian Sumatera Utara terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada triwulan III-2026, ekonomi Sumut tumbuh sebesar 4,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year-on-year (y-on-y).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh sejumlah lapangan usaha utama, termasuk sektor perdagangan, konstruksi, industri pengolahan, serta pertanian.

"Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian Sumatera Utara pada triwulan III-2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp352,04 triliun. Sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp176,34 triliun," ujar Asim Saputra, Kamis (5/11).

Secara triwulanan, Asim menyebutkan, ekonomi Sumatera Utara tumbuh 1,92 persen dibandingkan triwulan II-2026 atau quarter-to-quarter (q-to-q). Lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 4,34 persen.

"Sejumlah sektor yang memiliki peran penting terhadap perekonomian Sumatera Utara juga mencatatkan pertumbuhan. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 2,04 persen, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh 2,52 persen, Industri Pengolahan tumbuh 3,55 persen, dan Konstruksi tumbuh 4,08 persen," sebutnya.

Struktur perekonomian Sumatera Utara pada triwulan III-2026 masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 24,45 persen. Selanjutnya, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor menyumbang 20,15 persen, Industri Pengolahan 18,42 persen, serta Konstruksi 12,63 persen.

"Keempat lapangan usaha tersebut secara keseluruhan memberikan peranan sebesar 75,65 persen terhadap perekonomian Sumatera Utara," ujarnya.

Secara tahunan, Asim memaparkan, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 20,18 persen pada triwulan III-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh 8,85 persen, Konstruksi tumbuh 6,93 persen, Industri Pengolahan tumbuh 2,27 persen, dan Pertanian, Kehutanan, serta Perikanan tumbuh 1,25 persen.

Hingga triwulan III-2026 secara kumulatif atau c-to-c, ekonomi Sumatera Utara tumbuh sebesar 4,97 persen. Pertumbuhan tertinggi kembali terjadi pada lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 18,74 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara secara triwulanan sebesar 1,92 persen didorong pertumbuhan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 4,34 persen. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 3,23 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh 0,71 persen.

Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) masih menjadi komponen terbesar dalam struktur PDRB menurut pengeluaran dengan peranan sebesar 50,04 persen. Disusul Ekspor Barang dan Jasa sebesar 42,91 persen serta PMTB sebesar 27,66 persen.

Secara y-on-y, seluruh komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 16,96 persen, diikuti Ekspor Barang dan Jasa sebesar 5,77 persen, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 5,04 persen, serta PMTB sebesar 4,98 persen.

Dalam struktur perekonomian Pulau Sumatera, Provinsi Sumatera Utara masih menjadi salah satu kontributor utama dengan peranan sebesar 23,50 persen pada triwulan III-2026. Kontribusi Sumatera Utara berada di atas Provinsi Riau yang menyumbang 23,43 persen dan Sumatera Selatan sebesar 13,77 persen.

Secara y-on-y, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara sebesar 4,86 persen. Pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera terjadi di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 7,52 persen, diikuti Sumatera Selatan sebesar 5,06 persen dan Lampung sebesar 5,02 persen. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement