Breaking News
Memuat breaking news...

Ekspansi Bisnis Keluarga Riady, Kepemilikan Gedung Tertinggi Sydney Jadi 69,9%

Redaksi
Redaksi
Rabu, 28 Oktober 2026 - 6.24 AM WIB
Ekspansi Bisnis Keluarga Riady, Kepemilikan Gedung Tertinggi Sydney Jadi 69,9%
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Keluarga miliarder Indonesia, Mochtar Riady, memperluas portofolio investasinya di Australia melalui kesepakatan akuisisi 50% saham Salesforce Tower, gedung tertinggi di Sydney. Transaksi yang bernilai US$607 juta atau setara sekitar Rp11 triliun ini akan memperkuat posisi keluarga tersebut di pasar properti perkantoran Australia.

Melansir VnExpress, Selasa (27/10/2026), OUE REIT, perusahaan investasi properti yang terdaftar di Bursa Singapura dan terafiliasi dengan keluarga Mochtar Riady, menyatakan akan mengakuisisi saham Salesforce Tower dari perusahaan asuransi asal China, Ping An Insurance.

Transaksi tersebut akan meningkatkan kepemilikan OUE REIT di gedung pencakar langit itu menjadi 69,9%. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah membeli 19,9% saham Salesforce Tower dari Mitsubishi Estate pada Maret lalu.

Harga akuisisi terbaru itu disebut 3,7% lebih rendah dibandingkan harga yang dibayarkan untuk pembelian saham sebelumnya dari Mitsubishi Estate.

Untuk mendanai transaksi tersebut, OUE REIT akan memanfaatkan pembiayaan utang serta hasil penjualan hotel Crowne Plaza di Bandara Changi, Singapura. Strategi ini sekaligus mencerminkan upaya perusahaan mengalihkan investasi ke aset properti yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

"Dengan mengalokasikan dana yang didapat dari divestasi Crowne Plaza Changi Airport menjadi properti berkualitas tinggi dan siap masa depan, kami terus mengembangkan kualitas portofolio selagi memanfaatkan peluang di siklus pasar dan geografi,” ujar CEO OUE REIT, Han Khim Siew.

Nilai Portofolio Properti Tembus Rp90 Triliun

Akuisisi Salesforce Tower akan meningkatkan nilai portofolio OUE REIT dari 5,6 miliar dolar Singapura atau sekitar Rp79,3 triliun menjadi 6,4 miliar dolar Singapura, setara Rp90,6 triliun.

Penambahan kepemilikan tersebut juga memberikan OUE REIT kendali manajemen yang lebih luas atas Salesforce Tower, yang terletak di kawasan pusat bisnis Sydney.

Dengan posisi strategis tersebut, perusahaan memiliki peluang untuk meningkatkan nilai aset sekaligus mempertahankan pendapatan yang stabil dari pasar perkantoran utama Australia.

Setelah transaksi rampung, properti Australia diperkirakan menyumbang 17,6% dari total portofolio OUE REIT. Meski demikian, Singapura tetap menjadi pasar utama perusahaan dengan porsi kepemilikan properti mencapai 82,4%.

“Singapura tetap menjadi pasar inti kami, ditambah dengan investasi selektif di Australia,” kata Han.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa ekspansi ke Australia tidak serta-merta menggeser fokus utama perusahaan dari Singapura. Sebaliknya, investasi di Sydney menjadi langkah diversifikasi untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat kualitas portofolio properti.

OUE REIT Pertimbangkan Jual Gedung Ikonik Singapura

Ekspansi OUE REIT di Australia berlangsung ketika perusahaan tersebut juga mempertimbangkan divestasi salah satu aset ikoniknya di Singapura.

Menurut Forbes, OUE REIT tengah menjalani pembicaraan eksklusif untuk menjual One Raffles Place, salah satu gedung pencakar langit di kawasan pusat bisnis Singapura.

Calon pembelinya adalah konsorsium yang terdiri dari IOI Properties asal Malaysia, yang dipimpin taipan Lee Yeow Seng, serta CapitaLand Investment, perusahaan investasi properti yang terafiliasi dengan Singapura.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan portofolio aset perusahaan, termasuk kemungkinan mengalihkan dana dari penjualan properti ke investasi lain yang dinilai memiliki prospek lebih baik.

OUE REIT merupakan unit investasi properti dari OUE, pengembang yang tercatat di Bursa Singapura dan dikelola oleh Stephen Riady, putra Mochtar Riady.

Sementara itu, Lippo Group milik keluarga Riady memiliki bisnis yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari properti, ritel, media, layanan kesehatan, hingga pendidikan.

Dengan nilai kekayaan bersih keluarga yang disebut mencapai US$1,5 miliar atau sekitar Rp27,2 triliun, akuisisi Salesforce Tower memperlihatkan langkah keluarga Riady dalam memperluas eksposur investasi properti di luar pasar domestik dan Singapura. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement