Ekspor Perdana 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand, Menko Pangan Apresiasi UMKM Kabupaten Asahan


KISARAN (Waspada.id): Produk olahan perikanan dari Kabupaten Asahan menembus pasar internasional. Sebanyak 40 ton terasi hasil produksi UMKM lokal resmi dilepas ekspor perdana ke Thailand dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Sabtu (24/10/2026) pukul 08.30 WIB.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asahan atas keberhasilan UMKM lokal menembus pasar luar negeri.

"Saya berharap keberhasilan ini menjadi awal bagi semakin banyak produk unggulan Asahan yang mampu menembus pasar ekspor di berbagai negara. Ekspor perdana terasi Asahan menjadi kesempatan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong pertumbuhan usaha lokal," ujar Menko Pangan.

Kepala Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, menjelaskan ekspor perdana ini merupakan hasil pendampingan terhadap UMKM berskala kecil yang berawal dari usaha rumah tangga.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., menyambut baik pencapaian tersebut. "Asahan memiliki beragam produk unggulan, salah satunya terasi yang telah dikenal luas. Ekspor terasi ke Thailand tidak hanya membawa nama Kabupaten Asahan ke pasar internasional, tetapi juga menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi dan memperluas jaringan pemasaran," katanya.
Sementara itu, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menyambut kedatangan rombongan Menko Pangan dan menyebut kunjungan ini sebagai momentum strategis memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan juga menyampaikan kebijakan bantuan pangan pemerintah. Bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk tiga bulan (Oktober–Desember 2026) akan disalurkan kepada 33,2 juta penerima di kelompok berpenghasilan rendah. Pemerintah juga mencadangkan satu juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah dampak kemarau.(id39)
Berita Terkait

































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda