Emak-emak di Pangkalansusu Demo Protes Kerusakan Jalan Provinsi di Beras BasahEmak-emak di Pangkalansusu Demo Protes Kerusakan Jalan Provinsi di Beras Basah

PANGKALANSUSU (Waspada.id): Sejumlah emak-emak melakukan aksi demo memprotes kerusakan jalan provinsi di wilayah Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalansusu, Kamis (6/8).
Aksi demo ini merupakan akumulasi rasa kekecewaan warga karena setiap hari harus menghirup partikel debu akibat kerusakan jalan. Warga kesal, jalan ini sudah puluhan tahun rusak, namun tidak menjadi perhatian.
Warga membentangkan spanduk di ruas jalan. Spanduk tersebut beruliskan "kami warga masyarakat Kel. Beras Basah, Kec. Pangkalan Susu memohon jalan provinsi yang melintasi daerah kami segera diperbaiki. Masyarakat terdampak debu jalan dan sudah banyak kecelakaan".
Aksi demo para emak-emak yang mendapat pengamanan dari petugas Babinkamtibmas dan Bhabinsa ini mengundang perhatian warga lainnya, terutama bagi pengguna jalan yang melintas di ruas jalan provinsi tersebut.
Merespon aksi warga, Sekretaris Camat Pangkalansusu dan Humas Pertamina EP, Wahyu, turun ke lapangan. Pada kesempatan itu, warga meminta agar jalan ini rutin disiram guna meminimalisir debu.
Ruas jalan provinsi yang menghubungkan jalan nasional Medan-Aceh ini kondisinya kupak kapik. Jika tidak ekstra hati-hati saat melintas, awak kenderaan, terutama para pengemudi sepeda motor bisa celaka.
Jalan provinsi ini termasuk urat nadi, bagi perekonomian, tidak hanya untuk Kabupaten Langkat, tapi juga Sumatera Utara, bahkan nasional. Sebab, di ruas jalan ini setiap harinya dilalui armada Pertamina EP dan mobil tanki Pertamina Gasdom yang mengangkut LPG.
Ruas jalan ini adalah satu-satunya akses jalan yang menghubungkan ke luar kota. Jalan ini tidak hanya dilintasi masyarakat, tapi juga ratusan armada perusahaan BUMN, pihak perusahaan swasta dan juga masyarakat.
Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya di Pangkalansusu, tapi sampai di lintasan jalan provinsi wilayah Desa Lubuk Kasih hingga sampai ke perbatasan Kel. Pangkalan Batu, Kec. Brandan Barat.
Menurut warga, ruas jalan provinsi ini sudah banyak memakan korban akibat kecelakaan, namun yang sangat ia sesalkan sampai sejauh ini belum ada perhatian serius dari pihak Pemprovsu untuk memperbaikinya
"Kalau pun ada perawatan, tak lebih hanya sekedar tambal sulam dan tak lama kemudian jalan kembali hancur," ujarnya Anto, seraya berharap masalah kerusakan jalan ini segera mendapat atensi dari orang Gubsu.
Sementara itu, salah seorang warga di 'kota minyak', Heri, mengecam kurangnya perhatian dari Pemprovsu untuk memperbaiki kerusakan jalan. Menurutnya, ekses dari kerusakan jalan sudah banyak menelan korban.
"Pajak yang disumbangkan oleh sejumlah perusahaan BUMN, termasuk perusahaan swasta dan masyarakat ke kas negara cukup besar, tapi kondisi infrastruktur yang rusak parah tidak diperhatikan," ujar Heri seraya mendesak Gubsu agar memperbaiki jalan.(id24)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda