Breaking News
Memuat breaking news...

Empat Bayang Gelap: Qarun, Firaun, Haman, dan Ubai bin Khalaf — Cermin Bagi Mereka yang Meninggalkan Shalat

Redaksi
Redaksi
Jumat, 28 Agustus 2026 - 5.54 PM WIB
Empat Bayang Gelap: Qarun, Firaun, Haman, dan Ubai bin Khalaf — Cermin Bagi Mereka yang Meninggalkan Shalat
Ustadz Nazli Hasan, Lc khatib jumat di Masjid Al-Ikhlas Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Waspada.id/Maimun Asnawi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Di Masjid Al-Ikhlas Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, suara Ustadz Nazli Hasan, Lc. bergema dengan peringatan yang menusuk hati. Beliau mengingatkan jamaah tentang empat sosok yang disebut Nabi sebagai simbol gaya hidup yang menjerumuskan manusia hingga meninggalkan shalat: Qarun, Firaun, Haman, dan Ubai bin Khalaf.

Mengapa bukan Abu Lahab atau Abu Jahal? Karena empat nama ini bukan sekadar musuh Islam, melainkan gambaran nyata bagaimana manusia bisa terjebak dalam kesibukan dunia hingga lalai dari panggilan Allah.

Qarun: Terikat pada Harta

Qarun, umat Nabi Musa yang membelot, hidup hanya untuk menimbun kekayaan. Gudang hartanya begitu banyak hingga kuncinya saja harus dipikul oleh orang-orang kuat. Ia sombong, berkata bahwa semua harta itu hasil jerih payahnya sendiri, bukan pemberian Tuhan.

Hari ini, banyak yang meniru jejak Qarun: sibuk menghitung gaji, mengejar keuntungan, hingga azan pun tak menggoyahkan langkah mereka. Jalanan lengang saat Subuh, tapi macet saat jam kantor. Dunia lebih diprioritaskan daripada shalat.

Firaun: Terikat pada Kekuasaan

Firaun hidup mempertahankan tahtanya. Ia takut digeser, takut kehilangan singgasana. Begitu pula pemimpin masa kini yang sebelum menjabat rajin ke masjid, namun setelah berkuasa, rapat lebih penting daripada shalat. Kekuasaan menjadi berhala baru, menggantikan sujud kepada Allah.

Haman: Sibuk Menopang Kekuasaan

Haman, perdana menteri Firaun, mengabdikan hidupnya untuk memastikan rajanya tak terguling. Ia adalah simbol orang yang rela meninggalkan shalat demi partai, jabatan, atau ambisi politik. Sibuk berkeliling, lupa bahwa panggilan Allah lebih utama daripada panggilan dunia.

Ubai bin Khalaf: Terikat pada Perdagangan

Ubai bin Khalaf, pedagang kaya Makkah, begitu benci kepada Nabi hingga berniat membunuh beliau dengan hartanya. Ia akhirnya menjadi satu-satunya orang yang terbunuh di tangan Rasulullah. Rasulullah tidak pernah membunuh, Ubai bin Khalaf terbunuh di tangan Nabi karena dia berupaya untuk menyarang Nabi.

Hari ini, banyak pedagang yang enggan menutup toko 15 menit untuk shalat, takut kehilangan pelanggan. Padahal, dengan menutup warung sejenak, mereka bertemu dengan Pemilik rezeki. Allah bisa mengganti satu toko menjadi dua, memberi keberkahan yang tak terduga. Tetapi mereka memilih meniru Ubai bin Khalaf, menukar rahmat dengan kerugian.

Jangan Menukar Surga dengan Dunia

Empat nama ini bukan sekadar kisah masa lalu. Mereka adalah cermin bagi kita yang sibuk dengan harta, jabatan, politik, dan perdagangan hingga meninggalkan shalat.

Ustadz Nazli Hasan menutup khutbah dengan doa: “Jangan sampai kita bertemu malaikat maut dalam keadaan tidak shalat. Semoga Allah kumpulkan kita di dalam surga-Nya.”

Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement