Breaking News
Memuat breaking news...

Empat Murid MAN IC Tapsel Tembus Madrasah Goes Abroad 2026 Kemenag RI

Redaksi
Redaksi
Kamis, 17 September 2026 - 2.51 PM WIB
Empat Murid MAN IC Tapsel Tembus Madrasah Goes Abroad 2026 Kemenag RI
Empat siswa MAN IC Tapsel yang lolos masuk Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026 Kemenag. waspada.id/ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPSEL (Waspada.id): Empat siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel), yakni Al-Bukhori Siregar, Aleesya Nazla Harahap, Shaira Aini Balqis Harahap, dan Naura Afifah Albaini, berhasil lolos menjadi peserta Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026 Kemenag RI.

Kepala MAN IC Tapsel, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I., M.S.I., Kamis (17/9/2026), mengatakan empat siswa berhasil lolos mengikuti program MGA tersebut. Hal itu tertuang dalam Pengumuman Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI Nomor B-615/Dt.I.I/HM.01/09/2026 tentang Pengumuman Nama-Nama Peserta Program Madrasah Goes Abroad Tahun 2026, tertanggal 14 September 2026.

Dalam pengumuman tersebut ditegaskan bahwa peserta yang terpilih selanjutnya akan memperoleh pendampingan intensif dan layanan konsultasi dalam rangka memperoleh Letter of Acceptance (LoA)/beasiswa, serta penguatan kapasitas riset dan publikasi.

Dijelaskan, pada awalnya delapan siswa MAN IC Tapsel dinyatakan lolos seleksi administrasi Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026. Namun, setelah melewati tahap berikutnya, termasuk wawancara, hanya empat nama yang berhasil bertahan hingga penetapan akhir.

Mereka adalah Yusuf Al-Bukhori Siregar, Aleesya Nazla Harahap, Shaira Aini Balqis Harahap, dan Naura Afifah Albaini.

"Empat siswa kita ini resmi menjadi bagian dari 100 peserta Program Madrasah Goes Abroad 2026 dari seluruh Indonesia. Artinya, dari delapan delegasi MAN IC Tapsel yang sebelumnya lolos administrasi, empat orang atau 50 persen berhasil menembus tahap akhir," tuturnya.

Menurutnya, angka itu bukan sekadar statistik kelulusan, tetapi menjadi penanda bahwa mimpi belajar di perguruan tinggi kelas dunia mulai dibangun secara lebih sistematis dari Madrasah Aliyah yang terletak di Tor Simago-mago, Tapanuli Selatan.

Setelah ditetapkan sebagai peserta Program MGA Tahun 2026, keempat siswa itu akan mengikuti Tahap Orientasi Pembukaan Program pada 17 September 2026 pukul 19.30–21.00 WIB secara daring.

Setelah itu, pendampingan teknis dan layanan konsultasi berlangsung mulai 18 September hingga 31 Desember 2026, sesuai jadwal yang ditetapkan tim pendamping.

Program tersebut tidak berhenti pada konsultasi aplikasi universitas saja, tetapi juga akan mengikuti rangkaian Online Webinar Series tentang LoA, beasiswa, riset, dan publikasi yang dijadwalkan pada 10 Oktober, 17 Oktober, 31 Oktober, 7 November, dan 14 November 2026.

Selain itu, terdapat agenda visitasi dan konsultasi lapangan dalam tiga periode, yakni 2–4 Oktober, 23–25 Oktober, serta 6–8 November 2026.

Program juga akan bermuara pada Madrasah Research Symposium (MARS) yang direncanakan berlangsung pada November atau Desember 2026.

Persiapan menuju perguruan tinggi luar negeri dalam program ini, lanjut Abdul Hakim, dilakukan dengan standar yang konkret. Tim pendamping LoA dan beasiswa akan dikoordinasikan oleh tim dari UIN Raden Fatah Palembang, sedangkan penguatan riset dan publikasi dibina oleh tim yang dibentuk Direktorat KSKK Madrasah.

Kemudian, peserta jalur LoA/beasiswa juga diwajibkan menyerahkan sertifikat resmi kemampuan bahasa Inggris seperti ITP, IBT, IELTS, atau Duolingo, dan/atau sertifikat bahasa asing lainnya, paling lambat 4 Oktober 2026. Prediction test tidak diperkenankan.

Dikonversi Jadi Kemampuan Akademik
Abdul Hakim Siregar menekankan bahwa kelolosan empat siswa itu menjadi awal dari pekerjaan yang lebih serius. Menurutnya, ukuran keberhasilan berikutnya bukan lagi sekadar tercantumnya nama dalam daftar peserta MGA, melainkan sejauh mana kesempatan ini dapat dikonversi menjadi kemampuan akademik, sertifikasi bahasa, portofolio global, LoA, dan beasiswa pada universitas bereputasi internasional.

"Kita tidak ingin anak-anak berhenti pada rasa bangga karena lolos program. Kelolosan ini justru menjadi pintu untuk bekerja lebih keras. Target berikutnya harus konkret, yakni kemampuan bahasa yang terukur, portofolio yang kuat, LoA, beasiswa, dan pada akhirnya keberanian menembus universitas-universitas terbaik dunia," ujar Abdul Hakim.

Bagi MAN IC Tapsel, capaian ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem studi lanjut luar negeri. Murid tidak cukup hanya diperkenalkan pada nama-nama universitas dunia, tetapi perlu dibiasakan sejak dini memahami persyaratan admission, kemampuan bahasa, personal statement, portofolio prestasi, riset, rekomendasi akademik, hingga strategi memperoleh dukungan pembiayaan.

Untuk itu, orientasi empat murid tersebut selanjutnya diarahkan pada target yang lebih tinggi, yakni mempersiapkan diri agar mampu bersaing menuju 100 universitas terbaik dunia.

"Target itu tentu tidak sederhana. Namun, perjalanan besar selalu dimulai dari keberanian menetapkan tujuan, kemudian membangun kompetensi untuk mencapainya," jelas Kepala MAN IC Tapsel. (id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement