Breaking News
Memuat breaking news...

Empat Rumah di Balige Dibobol Maling dalam Dua Pekan, Warga Resah Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

Redaksi
Redaksi
Senin, 3 Agustus 2026 - 8.15 PM WIB
Empat Rumah di Balige Dibobol Maling dalam Dua Pekan, Warga Resah Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku
Robiansyah Alam Putra menunjukkan STPL dari Polsek Balige usai melaporkan aksi pencurian yang terjadi di rumahnya di Jalan Sisingamangaraja, Balige. (Waspada.id/Ramsiana Gultom)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TOBA (Waspada.id): Aksi pencurian yang diduga dilakukan dengan modus serupa meresahkan warga di kawasan Balige I, Jalan Sisingamangaraja, Kabupaten Toba.

Dalam kurun waktu sekitar dua pekan, sedikitnya empat rumah warga menjadi sasaran pencurian, dengan barang yang paling sering digasak berupa tabung gas elpiji.

Salah seorang korban, Op. Nisi Ronauli, 67, mengaku kehilangan satu tabung gas pada Minggu (27/7/2026) sore saat dirinya pergi ke sungai.

"Sebelum pergi saya mengunci pintu depan, tetapi pintu belakang memang terbuka. Saat pulang saya kaget karena tabung gas sudah hilang," ujarnya.

Ia sempat menanyakan keberadaan tabung gas tersebut kepada anaknya yang bekerja di luar daerah. Namun sang anak memastikan pada pagi harinya tabung gas itu masih berada di rumah.

Op. Nisi Ronauli menduga pelaku masuk melalui bagian belakang rumah saat kondisi rumah kosong. Peristiwa itu membuatnya semakin khawatir karena beberapa hari sebelumnya tetangganya, Ma Josua, juga menjadi korban pencurian.

Menurutnya, saat Ma Josua berjualan di Pasar Balige pada siang hari, pelaku diduga masuk ke rumah dan membawa kabur satu tabung gas, hampir satu kaleng beras, serta sejumlah uang.

Korban lainnya, Amani Felicia Manullang, 33, warga Jalan Sisingamangaraja Balige I, mengaku kehilangan dua tabung gas sekitar dua bulan lalu.

Ia memperkirakan pencurian terjadi saat dini hari ketika hujan deras. Berdasarkan kondisi di lokasi, pelaku diduga menggunakan kawat untuk menarik grendel pintu kayu sebelum masuk melalui pintu belakang rumah.

"Saya sudah mengecek rekaman CCTV tetangga yang mengarah ke depan rumah, tetapi tidak terlihat ada orang yang melintas membawa tabung gas," katanya.

Meski menjadi korban, Amani Felicia Manullang memilih tidak membuat laporan ke polisi. Menurutnya, sejumlah kasus serupa di Balige selama ini jarang terungkap sehingga ia lebih memilih meningkatkan kewaspadaan.

"Sekarang saya berjaga hampir setiap malam. Kalau pelaku datang lagi, saya berharap bisa menangkapnya. Kejadian seperti ini sudah sangat meresahkan warga," ujarnya.

Korban lain, Robiansyah Alam Putra, 38, mengalami pencurian yang lebih besar. Rumahnya di Jalan Sisingamangaraja Nomor 212, tepat di depan Indomaret, dibobol pada Selasa (28/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.30 WIB.

Ia baru mengetahui rumahnya disatroni maling sekitar pukul 04.30 WIB setelah istrinya mendapati jendela kamar dalam keadaan terbuka.

Pelaku diduga terlebih dahulu mengintip melalui jendela kamar, kemudian masuk dengan mencongkel bagian belakang rumah.

"Dari rumah kami hilang empat unit handphone, tiga tabung gas, dan sejumlah uang tunai," katanya.

Robiansyah mengatakan pelaku sempat beraktivitas cukup lama di dalam rumah. Selain mengacak-acak isi rumah, pelaku juga memakan makanan ringan yang dijual korban, membuka minuman kemasan, bahkan mengisap rokok yang berada di meja makan.

Tak hanya itu, pelaku juga mengunci pintu kedua kamar dari luar setelah mengambil dua telepon genggam dan uang tunai dari kamar utama dan 2 hp dari kamar pekerjanya, sehingga penghuni rumah tidak dapat langsung keluar dari kamar saat terbangun.

Usai kejadian, Robiansyah langsung melapor ke Polsek Balige dengan Nomor : STPL / 55 / VII / 2026 / SPKT. Tak lama kemudian Polisi disebut datang melakukan olah tempat kejadian perkara pada pagi harinya dan laporan resmi dibuat pada malam hari.

Menurutnya, hingga kini penyidik masih melakukan pelacakan terhadap handphone yang hilang melalui akun Gmail dan berbagai petunjuk lainnya.

Robiansyah mengaku baru mengetahui banyak warga lain yang mengalami kejadian serupa setelah dirinya menjadi korban.

"Banyak tetangga yang kemudian bercerita kalau mereka juga kehilangan tabung gas dan barang lainnya. Modusnya hampir sama, masuk dari belakang dengan mencongkel pintu atau menggunakan kawat," ujarnya.

Ia berharap kepolisian segera mengungkap pelaku agar masyarakat tidak terus hidup dalam ketakutan.

"Saya masih trauma karena pelaku sampai masuk ke kamar saat kami tidur. Saya pun berjaga menyiapkan alat pengaman setiap malam. Itu terpaksa saya lakukan buat berjaga-jaga. Saya berharap pelaku segera ditangkap supaya warga kembali merasa aman," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan, S.H., saat dikonfirmasi Waspada.id, Senin (3/8/2026), membenarkan pihaknya telah menerima laporan polisi dari korban atas nama Robiansyah Alam Putra. Menurutnya, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku pencurian.

"Upaya kami saat ini sudah meminta nomor IMEI dari handphone yang hilang. Mudah-mudahan nanti ketika handphone itu kembali diaktifkan, dapat terlacak melalui IMEI sehingga ada titik terang untuk mengungkap pelakunya," ujar Libertius.

Menanggapi maraknya kasus pencurian yang meresahkan warga Balige, Libertius mengatakan pihaknya juga mengoptimalkan patroli, terutama pada malam hari, guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat. (Id52)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement