Enam Ekskavator Rusak, Bupati Agara: Kami Sangat Kecewa pada Vendor


KUTACANE (Waspada.id): Bupati Aceh Tenggara (Agara), HM Salim Fakhry SE MM, mengaku kecewa terhadap vendor penyedia alat berat untuk penanganan pascabanjir di Aceh Tenggara. Pasalnya, enam unit ekskavator yang didatangkan dalam kondisi rusak dan tidak bisa beroperasi.
Kekecewaan itu disampaikan Bupati didampingi Kapolres Aceh Tenggara dan sejumlah pejabat lainnya kepada Waspada.id, Minggu (25/10), usai meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Bumi Sepakat Segenap.
"Enam alat ekskavator rusak. Rinciannya, empat unit PC 200 dan dua unit long arm, semuanya rusak. Kita sangat kecewa terhadap vendor yang menyediakan alat," ujar Bupati Salim Fakhry.
Bupati mengungkapkan, kondisi alat berat yang tua dan tidak layak sangat menghambat upaya penanggulangan pascabanjir.
"Kita memohon kepada PRR pusat untuk memperhatikan ini. Kenapa di Gayo Lues alatnya bagus-bagus, sementara untuk Agara alatnya sudah tua semua, sehingga penanganan tidak bisa kita atasi," katanya.
Bupati bersama Kapolres telah meninjau empat titik terdampak, mulai dari Kecamatan Lawe Bulan hingga Pasar Pagi. Salah satunya Jembatan Merah Putih yang dibangun TNI.

"Akibat alat rusak, tidak bisa kita bendung. Nampaknya dua atau tiga hari lagi jembatan akan roboh akibat ganasnya arus Sungai Alas di desa bacang kubang," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara, Sadli ST, meminta vendor segera mengevaluasi kelayakan alat berat di lapangan.
"Kebanyakan alat yang bekerja saat ini tidak layak pakai, sehingga mengganggu aktivitas. Kami berharap vendor segera mengevakuasi dan mengganti dengan alat yang layak agar progres pekerjaan bisa dipercepat," ujarnya singkat.
(id80)
Berita Terkait



































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda