Breaking News
Memuat breaking news...

Evaluasi Marpangir 2026, Pemkab Toba Siapkan Event Mangase Taon Tahun Depan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11.03 PM WIB
Evaluasi Marpangir 2026, Pemkab Toba Siapkan Event Mangase Taon Tahun Depan
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, memberikan keterangan terkait evaluasi pelaksanaan Marpangir 2026 di Pantai Pakkodian, Kecamatan Tampahan, Sabtu (24/10/2026). Waspada.id/Ramsiana Gultom
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TOBA (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan mengevaluasi pelaksanaan Marpangir 2026 yang digelar di Pantai Pakkodian, Kecamatan Tampahan, Sabtu (24/10/2026). Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memperluas daya tarik wisata budaya di kawasan Danau Toba.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, mengatakan pelaksanaan Marpangir tahun ini menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya, terutama dalam mengatur rangkaian acara agar pengunjung tetap bertahan menyaksikan seluruh prosesi.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat saat prosesi ritual marpangir berlangsung. Namun, setelah ritual selesai, sebagian penonton mulai meninggalkan lokasi kegiatan.

“Ini akan menjadi evaluasi bagi kami. Sebenarnya, kami sudah berupaya maksimal karena ini masih pertama kali. Tadi, saat ritual marpangir dan tortor berlangsung, banyak orang yang menyaksikan. Evaluasi kami nanti lebih kepada bagaimana menyusun runtutan acara supaya penonton tidak bergeser,” ujarnya.

Rikardo menjelaskan, Marpangir 2026 mendapat perhatian masyarakat, termasuk melalui media sosial. Tradisi yang mengangkat kearifan lokal Batak tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda wisata budaya yang lebih luas.

Untuk pelaksanaan tahun depan, Pemkab Toba berencana mengemas kegiatan tersebut melalui kolaborasi dengan tradisi Mangase Taon, yakni ungkapan syukur yang disebut Rikardo sebagai bagian dari warisan leluhur masyarakat Batak.

Dalam rangkaian kegiatan itu, prosesi marpangir akan menjadi bagian awal sebelum dilanjutkan dengan Mangalahat Horbo dan tahapan ritual lainnya.

“Jadi, tahun depan kita akan kolaborasikan dengan Mangase Taon. Itu merupakan ungkapan syukur yang juga menjadi warisan leluhur orang Batak. Sebelum Mangalahat Horbo, akan dilaksanakan marpangir. Rangkaian inilah yang akan kita susun dalam sebuah event Mangase Taon,” katanya.

Ia berharap pengemasan kegiatan dalam satu rangkaian acara budaya dapat memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi pengunjung sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Batak kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain pembenahan rangkaian acara, promosi juga menjadi perhatian. Rikardo menyebutkan, promosi kegiatan selama ini masih dilakukan secara sederhana. Ke depan, pihaknya berencana memperluas publikasi, termasuk melalui peluncuran kegiatan di Kementerian Pariwisata.

Dengan upaya tersebut, Pemkab Toba menargetkan kegiatan budaya ini mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Harapan kita, wisatawan datang dari tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Marpangir 2026 digelar sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mengembangkan potensi wisata budaya Kabupaten Toba. (Id52)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement