Fachry Parapat, Alumni MAN IC Tapsel Lolos Akademi MiliterFachry Parapat, Alumni MAN IC Tapsel Lolos Akademi Militer

TAPSEL (Waspada.id) : Tekad dan semangat Fachry Irgina Ramadhan Parapat, alumni Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) untuk menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya membuahkan hasil setelah sempat satu kali gagal.
Fachry dinyatakan lulus Akademi Militer (Akmil) dalam sidang Pantukhir Pusat Penerimaan Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 sebagai tahapan akhir dalam proses seleksi calon Taruna Akademi TNI di Gedung Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah pada 29 Juli 2026.
Anak dari pasangan Iskandar Zulkarnaen Parapat dan Diana Syamsuri Daulay yang lahir pada 8 Oktober 2025 ini selain telah satu kali gagal dalam seleksi Akmil, juga tercatat dua kali gagal seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) dan satu kali gagal di Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip).
Namun, meski telah berulang kali gagal, Fachry yang dikenal memiliki semangat tinggi dan gigih dalam berjuang tidak mau putus asa. Pada pencalonannya di Akmil untuk yang kedua kalinya akhirnya membuahkan hasil.
Iskandar Zulkarnaen, ayah Fachry mengatakan keberhasilan putranya dalam mewujudkan mimpinya merupakan buah dari kerja keras, doa, dan ketekunan yang tidak pernah surut meski berulang kali mengalami kegagalan.
"Fachry adalah anak yang tekun, gigih, rajin, berbakti kepada kedua orang tua, dan sangat menjaga ibadahnya. Ia rutin melaksanakan tahajud dan ibadah lainnya. Berkali-kali gagal di Akpol, Akmil, dan Poltekip tidak membuatnya putus asa. Ia terus berusaha hingga akhirnya Allah SWT menakdirkannya lulus pada kesempatan kedua mengikuti seleksi Akmil," ujar Iskandar.
Atas keberhasilan yang diraih anaknya, Iskandar Zulkarnaen, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada putranya, termasuk keluarga besar MAN IC Tapsel yang terus mendukung selama proses administrasi yang dilalui Fachry.
Kepala MAN IC Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, Senin (3/8/2026) menegaskan keberhasilan Fachry menjadi taruna Akmil merupakan bagian dari misi madrasah dalam mencetak pemimpin masa depan di berbagai bidang, termasuk di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Masuk Akmil menjadi bagian penting dari perwujudan misi MAN IC Tapanuli Selatan dalam melahirkan pemimpin masa depan. Kami tidak sependapat dengan pandangan yang terus menerus berprasangka buruk terhadap militer pascareformasi. Justru kami mendukung peserta didik kami untuk menjadi bagian dari militer Indonesia yang kuat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tangguh secara fisik, mental, moral, ekonomi, serta berakhlak mulia dengan landasan iman dan takwa," ujarnya.
Keberhasilan Fachry menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan. Dengan ketekunan, doa, dukungan keluarga, serta semangat untuk terus bangkit, cita-cita yang sempat tertunda akhirnya dapat diraih.
Kegigihan Fachry dalam menggapai asa dan cita juga diakui Humas MAN IC Tapanuli Selatan, Said Hasan Assegaf Rambe, mengaku, bahwa sejak awal melihat semangat juang yang dimiliki Fachry. Menurutnya, Fachry bersama keluarganya termasuk yang paling sering datang ke madrasah untuk melengkapi berbagai kebutuhan administrasi selama mengikuti seleksi.
"Kami melihat sendiri kegigihan Fachry. Dia dan keluarganya sangat aktif berkoordinasi dengan madrasah untuk melengkapi administrasi yang dibutuhkan. Saya kira Fachry sangat beruntung memiliki keluarga yang selalu memberikan dukungan penuh hingga akhirnya berhasil meraih cita-citanya," katanya.(id46).































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda