Fakultas Teknik USU Dorong Resiliensi Berbasis Partisipasi: Susun Rencana Penanggulangan Bencana Di Kelurahan Lopian, Kabupaten Tapanuli TengahFakultas Teknik USU Dorong Resiliensi Berbasis Partisipasi: Susun Rencana Penanggulangan Bencana Di Kelurahan Lopian, Kabupaten Tapanuli Tengah

MEDAN (Waspada.id): Tim Pengabdian Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) bersama Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan menyusun Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, belum lama ini.
Penyusunan dokumen tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana, terutama setelah wilayah tersebut terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera pada 2025.
Tim pengabdian diketuai Dr. Anthoni Veery Mardianta, S.T., M.T., IAP., CIIQA dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) FT USU. Anggota tim terdiri dari Hajar Suwantoro, S.T., M.T., Narosu Siregar, S.T., M.Sc., Dwi Debora Sitanggang, S.Ds., M.T., serta Yasmine Anggia Sari, S.Si., M.T. Kegiatan ini juga mendapat dukungan LPPM UGN yang diketuai Syafiruddin, S.TP., M.P.
Pendekatan yang digunakan bersifat kolaboratif dan multidisiplin dengan mempertimbangkan aspek tata ruang, infrastruktur, sosial ekonomi, serta lingkungan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan strategi penanggulangan bencana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Tahap awal dilakukan melalui kunjungan lapangan pada 10 Juli 2026. Tim melakukan observasi dan pendataan terhadap dampak banjir, mulai dari kondisi permukiman dan infrastruktur, kelompok masyarakat terdampak, kerugian ekonomi, hingga persoalan kesehatan dan perubahan lingkungan.
Selanjutnya, tim menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 8 Agustus 2026 dengan melibatkan masyarakat terdampak dan perangkat kelurahan. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan pengalaman selama bencana, faktor yang dinilai memengaruhi kejadian, kebutuhan penyintas, serta evaluasi terhadap penyaluran bantuan.
Dari FGD diketahui sebagian warga telah menerima bantuan pemerintah berupa jaminan hidup, modal usaha, penggantian perabotan hingga perbaikan rumah dengan nilai yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan. Namun, masih terdapat masyarakat terdampak yang belum sepenuhnya menerima bantuan.

Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana Kelurahan Lopian Kabupaten Tapanuli Tengah
TAHUN 2026. Waspada.id/ist
Inklusif dan Tepat Sasaran
Temuan tersebut akan menjadi bahan dalam penyusunan rekomendasi agar penanganan bencana ke depan lebih inklusif dan tepat sasaran. Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena warga merupakan pihak yang paling memahami kondisi lingkungan, titik rawan, serta kebutuhan yang harus diprioritaskan ketika bencana terjadi.
Selain penanganan setelah bencana, perencanaan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Edukasi kebencanaan, pemetaan wilayah rawan, penguatan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, serta koordinasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam membangun ketangguhan wilayah.
Dokumen perencanaan yang disusun nantinya mencakup strategi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan darurat, rehabilitasi hingga pemulihan pascabencana. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah kelurahan dan pemangku kepentingan dalam menentukan langkah penanggulangan bencana secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara akademisi, pemerintah setempat dan masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Kelurahan Lopian menjadi wilayah yang lebih tangguh, adaptif dan siap menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.(wsp.id)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda