Breaking News
Memuat breaking news...

Farianda Tegaskan 2026 Tahun Perubahan PKDP: Buang Sikap Saling Cemooh

Redaksi
Redaksi
Jumat, 18 September 2026 - 5.43 PM WIB
Farianda Tegaskan 2026 Tahun Perubahan PKDP: Buang Sikap Saling Cemooh
Tokoh Masyarakat Piaman Sumatera Utara, H. Farianda Putra Sinik Tanjung, SE.Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Filosofi Minang "Basamo Mangko Manjadi" bukan sekadar pemanis bibir atau retorika dalam sambutan. Hal itu ditegaskan Tokoh Masyarakat Piaman Sumatera Utara, H. Farianda Putra Sinik Tanjung, SE.

Penegasan itu disampaikannya saat memimpin rapat persiapan Musyawarah Daerah (Musda) PKDP Kota Medan dan Musyawarah Wilayah (Muswil) PKDP Sumatera Utara di Cafe Warkop Simpang Bromo (WSB), Jalan Bromo Medan, Kamis (17/9/2026) malam.

Di hadapan puluhan ninik mamak, pimpinan puak dan tokoh Piaman, Farianda membedah makna mendalam di balik ungkapan adat tersebut.

"Ungkapan itu maknanya sangat dalam, baik tersurat maupun tersirat. Di dalamnya terkandung filosofi silaturahmi, gotong royong, kolaborasi, kebersamaan dan soliditas. Kalau kita ingin PKDP besar dan berjaya sebagai payung panji urang Piaman di rantau, inilah kuncinya: Basamo Mangko Manjadi," tegas Farianda.

Ia mengajak seluruh warga Piaman di Medan dan Sumut untuk menatap masa depan dan mengubur jauh konflik masa lalu.

"Mari kita tatap masa depan. Buang jauh sikap saling cimeeh atau saling merendahkan. Mari kita songsong 2026 sebagai tahun perubahan dan kebangkitan PKDP, baik di Sumut maupun di Kota Medan," ujarnya yang disambut aplaus peserta.

Pertemuan di WSB yang merupakan milik H. Syamsul Bahri Koto, SE itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir Ketua DPD PKDP Kota Medan Masrizal Manday, Dewan Penasehat H. Agusmar Piliang, Nazaruddin Sikumbang By.Adang, Ketua Dewan Ninik Mamak PKDP Medan Ir. Syafaruddin Sikumbang, mantan Sekretaris Sofyan Piliang, serta tokoh-tokoh sentral lainnya seperti Mardanus Jambak, SH, Uncu Manday, H. Idral Fiter Tanjung, ST, H. Hamdani Koto, hingga pimpinan puak dari VII Koto, IKGS, Ikasukur, PKUTK, Batu Gadang dan kelompok Alek Baralek.

Rapat tersebut menyepakati satu momentum penting, yakni menguatkan kembali peran PKDP sebagai rumah besar pemersatu perantau Piaman, yang tidak hanya menjaga silaturahmi internal, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan di Sumatera Utara dan Kota Medan.

Dalam kesempatan itu, Farianda juga membuat pernyataan penting. Ia memastikan tidak akan maju lagi sebagai Ketua DPW PKDP Sumut karena telah diamanahkan sebagai Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) Sumut periode 2026-2031.

"Saya tetap orang Piaman dan akan tetap berbuat terbaik untuk PKDP. Untuk Sumut, kita cari sosok baru yang mampu membawa PKDP lebih maju. Untuk Kota Medan, saya nilai sosok Masrizal Manday masih sangat layak untuk dipertahankan dan dilanjutkan," ungkapnya.

Menutup sambutannya, Farianda menggaungkan petuah adat sebagai pengikat komitmen bersama.

"Di akhir tahun ini kita akan menggelar dua hajatan besar, Muswil PKDP Sumut dan Musda PKDP Kota Medan. Mari kita sukseskan. Bulek aie dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik, barek samo kito pikua, ringan samo kito jinjiang. BASAMO KITO MANGKO MANJADI!" pungkasnya. (fs)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement